Walau musim gugur telah menyapa kembali ,
dan larakan angin menari lincah menghempas pucuk-pucuk dedaunan.
namun senyumku untukmu tetap tak berubah,
walau musim telah mendekap angan.
Masih ku rangkai aksara teriring
dawai-dawai asmara mengalun syahdu.
ku cipta lagu-lagu rindu yang bergema merdu
menembus di ujung qalbu Hatiku.
Setapak waktu mulai melangkah,
semusim kan berganti,
namun aku masih disini bersamamu
mengukir syair indah.
masih menggandrungi jelma mayamu
yang kian mendekat menuju arah.
Hingga aku terpesona dengan senyummu
yang ramah menyungsup halus di dalam raga.
merobek keseluruh rongga jiwa
Yang melekat di dasar sukmaku.
Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta, Bahagia

Kerenn
ReplyDelete