cinta yang tersembunyi cinta yang ku simpan dalam hati cinta yang tak mampu ku uraikan dgn kata kata cinta yang tak mampu ku tunjukan padamu
entah sampai kapan ku simpan cinta yg tersembunyi ini walau hati tersiksa ingin rasanya kau tau apa yang kurasa namun bibir ini begitu berat berbicara cinta padamu
kau yg ku cinta dalam hatiku tak banyak inginku mencintaimu lbh dari cukup utk bahagia ku meski tak harus memiliki namun cinta ini akan selalu menjadi milik mu
saat ini langit malam memberiku biola kesayangannya jemari kenangan begitu piawai memainkannya penuh kesenduan tapi mungkin tidak denganya karna jiwa baru sedang menemaninya saat ini
Di taman harapan aku sendiri berteman sepi aku menunggumu semalaman kaupun tak datang temuiku ahsepertinya diammu meracuni akal sehatku
di saat nada nada cintaku mulai merekah kenapa jarak membuatmu terluka aku di sini dan kau kekasihku dikau di sana seakanakan takdir memang tak ingin menyatukan kita
wahai kekasih yang ku rindu dengar pintaku pada rembulan malam ini
aku memohon tuk ia berikan sedikit cahayanya ini janjiku tuk hangatkan tubuhmu dan itu hanya untukmu seoranglah aku ingin kau hangat hanya dalam dekapku bukan orang lain lau rembulan menyentuhku sembari berkata taukah kau mengartikannya sayangku
untuk tidak meminta apapun darinya karna dirinya ia anggap adalah gambaran diriku
aku sepi saat ini dan sampai kapanpun aku terus abadi dalam kesendirian sebabnya aku terlalu rapuh dan pada saat mata indahmu menusuk mata sayupku aku menyembunyikannya walau aku slalu tampak di puja teriring penantian
wahai dikau kekasihku maka aku bersamamu lihat rembulan malam ini aku di sana ada dan menangis menitikkan air mata rindu akan kata setiamu
selamat ulang tahun kekasih pujaanku semoga dikau sehat selalu selamat jalan kekasih harapanku semoga dengannya kau temukan damai hatimu di sana aku mencintaimu
Terkadang diamku adalah inspirasiku untuk tetap mengenangmu dari kejauhan meski ku teguk kegetiran tentang hidup hatiku lebih landai dan tenang untuk bercerita berpuisi dan mengungkap rahasia masing masing
hingga angin mengendapkan dinginnya di hati yang rapuh maka wajahmu adalah langit yang lembut kupandangi saja dari atas pembaringanku hingga alunan pagi menggema
tetap aku tak angkat bicara sebab diamku adalah inspirasiku dan aku pun tenang bercerita berpuisi bahkan mengungkap rahasia masing masing
meski di payungi hujan berguguran aku tegar tak meronta tak berontak bukankah kuciptakan saat ini jauh lebih indah apabila kita tetap bersama hingga kita tahu mana yang sempurana Aku tak ingin membohongi lagi
Aku tak ingin membohongi lagi bahwa kau sudah ada di sini menghantarkan segala rasa membuatku tak sendirian
sebab tak sanggup lagi sudah sekian lama baru aku menyadari hanya sakit saja bahwa yang indah itu adalah mimpi menjadi hilang
aku laki laki menahan tangis sepi sehingga harapan lebih panjang ceritanya kini malang menjadi rintangan
Kelembutan hatinya membuatku terpana Melihat kehindahan Rembulan Sama seperti melihat keindahan wajahnya
Sungguh kuat dia menghadapi ini semua Menghadapi keaadaannya yg begitu nyata Merasakan penderitaannya sendirian Dan mengukur penderitaan diatas mimpi
Walau dia hanya Bidadari tanpa sayap Tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku merasa seperti Berada di atas awan Sekian dulu puisi cinta kali ini semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian
Kini kuhanya bisa membayangkan membaca aksara yang kau rangkai penuh makna tanpa sanggup ku menyapa dan hanya bisa mengenangmu dalam duka
Kini kau telah pergi tanpa kau peduli tentang perasaanku kau pergi dengan keangkuhanmu kau tinggalkan kenangan yang hanya akan rapuh ditelan waktu dan sisa sisa usiaku
Haruskah air mata ini mengalir setiap waktu haruskah kuhentikan detak jantung dan nadiku untuk merindukanmu dan haruskah nyawa ini terpisah dari ragaku karena cintamu mungkinkah ini semua telah menjadi suratan takdirku
mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti mungkin aku tak sengaja jg menyakiti andai aku tau isi hatimu andai kesempatan itu datang lagi padaku
sekarang mustahil bagiku bahkan menyentuh bayangmu aku tak mampu sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku aku tau cinta ini sudah tak laku
tapi biarkan cinta ini aku miliki biarkan cinta ni menjadi bebanku aku tak peduli meski menghambat jalanku aku tau mencintaimu adalah tak pasti
cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi memberi banyak kehidupan membuat orang ingin tahu dan tiap orang pasti mengalami cinta
cinta itu keikhlasan cinta itu kemauan cinta itu saling mengerti cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hatijadikan cinta itu indah dihatimu karena cinta bisa seindah yang kau mau
aku mencintaimu Dalam segala kurang dan lebihmu Dalam pintaku padaNYA terselip namamu yang selalu kurindu
Aku menepi di sudut sunyi mencoba merangkai yang masih ada dalam alunan jiwa tampa suara menharap sebuah harapan akan menghampiri lagi
aku mencari dimana mawar Dimana melati Dimana teratai indahnya tak lagi menjelma
aku mencari Siapa mentari Siapa bintang Siapa malaikat kecil Yang akan menberi cahaya pada sudut sepiku lagi
kapalku te£lah karang pada samudra tak bertepi penjuru tak lagi tampak yang ada hanya fatamorgana hidup
Bayang bayang dengan hidup masa lalu segala kekhawatiran akan masa depan menyelimuti perjalanan akan samudra hidup mengiringiku menuju sudutsudut sepi penuh keraguan
Seandainya hidup bagai roda kuingin berputar kembali titik awal tapi
Ini hidup yang ABADI tak ada kata MENUNGGU tuk sesuatu yang telah dan akan berlaku
Ya Allah jika aku jatuh cinta Labuhkanlah cinta ini Pada dia yang mencintai Mu Yang akan membawaku menuju surga Mu Dan janganlah biarkan cinta ini melebihi cintaku pada Mu Ya Rabbi jika hati ini jatuh hati Tetapkanlah hati ini untuknya Untuk dia yag terikat erat tali agama Agar hamba tak mencinta sekedar rupa dan harta belaka Ya Allah Ya Tuhanku Jika aku merindu Letakkalah rindu ini padanya Pada dia yang juga merindukanMu Agar aku terhindar dari belunggu nafsu Ya Illahi Rabbi Jika aku telah menikmati cinta dan rinduku Janganlah kenikmatan itu Melebihi nikmatku saat berjumpa denga MU Disetiap waktuku beribadah padaMu Disetiap munajatku dalam sepertiga malam terakhirku Dan jangan biarkan pula aku terlupa pada tali agama Hingga Engkau melupakan aku Pada hina dunia dan indahnya surga Ya Rabbana jika dia Engkau cipta Teruntukku menjadi pendamping hidupku Ikat erat dan biarkan dia mendekat Namun jangan terlampau dekat Agar tak terjebak dalam kubangan maksiat Dan biarkan aku dan dia Menyatu satu dalam cintaMu Didalam perjumpaan taat padaMu Terhimpun dalam dakwah menyiarkan syariat Mu Dan berapadu dalam membela agamaMu Kokohkanlah cinta dan rindu ini Ya Illahi Rabbi Kuatkanlah hati ini untuk saling mencintai Lapangkanlah dadadada untuk tetap berdoa Hingga rindu dan cinta halal adanya Terikat dalam ikatan suci menjadi suami istri Dan tetapkanlah cinta dan rindu ini Dalam abadi indahnya surgawi
Setelah melintasi waktu bersimbah pesonamu Kini semua terasa tiada Makna yang terendap lama Dan mendekam dalam gugusan matahari Tak lagi bisa kuraba Semua seperti kembali kosong
Harapanku akanmu Seperti menemui titik penghabisannya Apa gerangan yg terjadi Tibatiba aku enggan mengumbar rinduku Tibatiba aku ingin berhenti mencintaimu Mungkinkah karena sikapmu yg makin lama tak lagi membiusku Perlahan menghilang di balik dusta
Apa kata hujan hari ini Dia masih menangis sedih Karena bumi yg diguyurnya masih menyisakan kemarau
Pohonpohon belum juga menghijau Daunnya meranggas Rantingnya kurus pucat Hanya akarnya yang tegar menghujam Setia menanti hujan datang lagi di keesokan harinya Seperti inikah jejak yang harus kutapaki
Inilah akhirnya Aku mengakhiri jejak yg baru kutapaki Bukan salahmu Ini semua hanya karena aku Yang tak mampu menyemai benih rindu di ladangmu Apa dayaku jika cintaku tak lagi hadir untukmu
Siasia kucoba membangun fondasi cinta ini Sementara di atas segalanya Aku terus mengasah kesedihan penantian yang kuiba Tak mau lepas hingga menafikan adamu
Maafkan untuk satu pilihan yg pahit ini Tapi setidaknya lebih baik semua terbuka sedari awal Sebelum kebohongan terkuak di penghabisan Aku memilih pergi karena tak mau menyakitimu Aku memilih mencintai satu nama meski hanya semu
Katakata mati mengepungku Terlalu banyak definisi yg hinggap hingga lidahku kelu Kata kata menjadi sedemikian langka Seolah aku tak mampu membahasakan cintaku padamu
Semua telah terkurung di ruang pengharapanku Berisi namamu serta berjuta kenangan yg hadir & kumaknai kedalamannya Aku tak ingin membongkarnya Meski kata kata mati telah menusukkan kesedihan di pusat jantungku
Mataku terpejam tak mau Anganku berontak tak lesu Merekat pada ruang kamar Berkutat pada riuh gaduh angin malam Meronta lagi getar ini Mengais lagi rindu bertali
Untukmu kuasah luka Padamu kuasuh bahagia Padamu cinta ingin kuakhirkan Kupercayakan tanpa sebab yg harus diperdebatkan Hanya padamu itu saja
Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi api Menyusuri jalanan lengang Bersimbah angan tanpa tujuan
Dalam derap gerimis yang pongah menghujam Terbuai wajahmu menyusup bertubitubi Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani Di atas pengharapan tak berkesudahan
Tentang rindu kusam Tentang cinta terbuang Mengutip satu namamu di antara keluh kesah Gundah gelisah air mata dan lara
Masihkah ada sedikit senyum darimu Di batas penantianku yang kini makin terbata Jika masih ada ruang di hatimu Untukku sedikit saja tolong bicaralah Pada tanah membentang Pada pohon pohon rindang Dan angin yang mengusik keangkuhan
Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba Janganlah sepi yang hadir Janganlah semu yang membeku Karena aku selalu berjalan menujumu
Seperti kemarau yang menanti hujan Kutunggu kabarmu yang masih diam Apakah engkau baik baik saja Seperti tanah tandus yang tersenyum karena deras merebas Aku hanya bisa mengucap salam dengan doa Agar kau tak pernah kurang Selalu tersenyum karena bahagia menjelang untukmu
Ke mana hujan pergi hari ini Sejenak menggoda bumi pada siang yang gerah Lalu hilang saat malam tengadah
Ke mana aku harus pergi Saat kusadar tak ada lagi yang aku bela dari perjalanan ini Selain menapaki jejak lemah menuju rumah hatimu Tak hilang dilalap lelah Tak jera diremas gelisah
Sekali aku coba lari dan mengingkari Seribu kali aku kembali lagi padamu Mengumpulkan semua rindu dan cinta untuk bangkit lagi Dalam barisan doa doa Lalu rebah pasrah menunggu hadirmu Tanpa ragu dan tanya lagi Di mana kau alamatkan rumah hatimu Agar aku tak salah berlari
Kita tahu kita percaya bahwa rasa itu tumbuh sekian lama dan bernaung di dalam hati menunggu detik agar mewujudkanya menjadi kata kalimat lalu suara
Aku tak peduli bila ruang harus menyekat cinta dan aku mencoba menyeru kepada detik agar temukan kita di ujung hari
Aku tidak peduli meski dibulan tak berbulan sekalipun ruang masih saja menyekat cinta dan aku masih saja mencoba menyeru kepada detik agar temukan kita di serambi taman surga
Menebas semak keraguan pada ilalang hatimu nan meninggi Cahaya hanya di purnama tersisa menuntunku untuk kembalikan percaya ini
Seutas janji nan pernah kau beri melapuk di dahan penantianku di harapanku nan mengusang terbungkus debu nan menebal
Pada apa kuhempaskan kecewa di tarian janjimu nan tak tersedia Merentaklah penyesalan pada kealpaan atau sengaja kau lupakan
Kurenang lagi hulu cinta bermata air bening jiwa nan menerbitkan kukuh percayaku di genangan sungai hatimu
Hingga semua rasa kutuang pada bejana jiwamu Taklah setitik tertinggal di cawan keraguanku
Apa kau tahu malam ini anak lidahku mulai menghambar pada sajian hatimu nan terlupa menaburi bumbu
Akh kueja lagi bintang satu persatu kunamakan perih mendalam Ingin kupungut kilaunya untuk kusematkan pada nalar cintaku nan memuram untuk penuntunku kala gelap tak lagi bersahabat agar aku tak digelapkan hati nan tak penuhi janji
Dan waktu kujadikan ruang untuk mengilhamiku kembali Semoga hati kecilku ini tak akan mengelabui
Tak sedikitpun kusangka dengan semua yang terjadi Dengan kehadiranmu
Engkau adalah hadiah terindah untuk ulang tahunku Dua tahun yang lalu rasa cinta yang hadir begitu sangat indah Semua kenangan dan waktu sangat sulit untuk kulupa
Engkau pergi berjanji untuk datang menjemputku kembali Engkau yang berjuang demi kebahagian masa depan kita kelak
Tapi mengapa engkau putuskan perhatian kepadaku Engkau biarkan aku tanpa kabar darimu Diamkan aku tanpa kasih sayangmu lagi
Sekian lama aku setia mempertahankan hubungan ini setia menanti hadirnya dirimu
Namun engkau yang membuatku terbiasa tanpa panggilan sayangmu Haruskah aku kehilangan hadiah terindah yang telah didapat dua tahun yang lalu
Dan akupun terdiam tak sanggup hati untuk mempertanyakan akhir cinta ini