menjadi aku tertegun di antara bisikan angin mendengarkan isyarat apa yang akan disampaikan hingga sekiranya aku tak lekas meninggalkannya berhambur seperti mimpi mimpi yang lain
sangat hangat dan nyaman kurasakan meski sempat tersentak tiba menuntunku mengaburkan batas perbedaan menjadikanku hak dan kewajiban yang hanya kau akan pemiliknya hingga mulai terbiasa seperti hatiku menerima dan senyummu mencairkan semuanya menghanyutkanku di lindungmu
di lain saat ku lihat dari kejauhan melihatmu puranya aku tak tahu jalan saja menjauh di batas yang tak sampai menjamahnya kakiku kaku mata membuka berjuta air mata meneriakinya
sadari apa yang rerjadi hanyalah selimut yang menyenyakkan tidurku rerbangun dan terjaga jalani seperti biasa tak enggan buatku lupa kau di sana
aku tak mengenalmu lebih jauh hanya sekilas serupa tapi tak sama dan rasa ini berbeda darinya kau bernyawa dengan senjatamu merobek dan bersembunyi di dalamnya menjadilah aku pangeran untuk putri yang tak diduga
lantas apa jalanku kini medekatmu lantaran mimpi
tak seberapa lama aku mengenalmu mungkinkah aku berpasrah pada waktu
Apa kau tahu tentang sakitku Tidak Kau tak pernah tahu Karna kau tak pernah merasa terluka seperti aku
Apa kau tahu tentang kecewaku Tidak Kau tak mau tahu Bahkan kau terus berlalu ketika aku membutuhkanmu
Dari rasa sakit dan kecewa yang silih berganti Kucari arti diriku pada setiap cinta yg datang Lagi lagi menghilang Saat diriku tak bisa menjadi yang sempurna
Seberapa kuat aku bertahan Langkahku terjerumus dalam ketidakpastian Kepolosanku menjadikanku pecundang lemah yg terabaikan menjadi geram
Apa kau tahu aku bukan lagi yg dulu Hidupku telah tersemat noda hitam Yg tak mampu kuhapuskan tiba saatnya kematian
Sekarang aku bisa apa Mempertahankan bayangmu pun aku mulai enggan Sejak cintaku telah terampas oleh kepalsuan zaman
Kau yg tak pernah tahu harusnya kau tahu Betapa sakitku sekarang melebihi sakitku terdahulu Ketika harus kusiapkan diriku tuk terima seberapa besar cacianmu
Bencilah aku ketika kejujuranku menyakitimu agar kau tahu SAKIT ITU APA
Baitbaitnya mantra dan racitan dari tuan berjas putih Ramuan itu harus kau teguk disepanjang erangan Nyeri menjalar seluruh sendi
Untukmu sahabat jiwa Walau samar gerangan wujudmu Namun tali silaturahim Mengikat erat jiwa kita Pada salam dan sapaku siang ini Kusematkan doa dimerahnya hatimu
Pada Tuhan kumeminta Lekaslah pulih sahabat Kembali meraih mimpimimpi
Kujamu hadirmu ditepian beranda ini Tempat kita menoreh jemari dan berpuisi Menuang imaji dalam lesung aksara segala rasa
Ketika Semburat merah diufuk timur hantarkan sinar hangat ditubuhku Kembali kuharus melangkah telusuri lusuhnya kehidupan jemput asa hari ini diantara debudebu jalanan untuk sekedar dapat makan kenyang
Tak tahu tentang makna hidupku Ketika mereka punya citacita dan dengan ransel berisi buku pelajaran tentang kehidupan untuk menggapai masa depan Aku disini bersama karung nan kumal berjuang melawan kerasnya kehidupan
Ketika mereka dihadapkan pada pilihan Kesekolah keren mana pendidikan harus kulanjutkan Aku disini bertanya dan menghayal andai aku dapat seperti mereka tapi apakah mungkin dan kapan
Duhai hidup Mungkin aku masih terlalu kecil untuk menelaah tentangmu Namun jauh dilubuk hatiku kuingin selayak mereka yang seusiaku
Kala jejak2 amarah kebencian dan angkara dari pekatnya malam masih melingkupi jiwajiwa yang terguncang hingga fajar menjelang Mungkinkah senyum di pagi hari mampu luluhkan semua dalam dekapan damai duniawi
Andaikan pelangi jiwaku mampu hadirkan damai dihatimu kekasih jiwaku
Maka akan aku berikan semua kilau warna warni hidupku hingga kulihat kau tersenyum dan menyambut hari baru dengan iman serta pengharapan bahwa DAMAI itu ada dan akan selalu ada dalam indahnya PELANGI WARNA PERBEDAAN
Senja berlalu bersama hilangnya dirimu dari pandangan Masih terasa hangat pelukanmu didada siang meninggalkan gurat senyum pada garis bibir dedaunan
Terbayang rekah senyum pertemuan denganmu kala itu selaksa rekah mentari bertemu pagi diufuk timur Semburat cahaya bahagia terpancar pada wajah dua anak manusia
Sejenak kumenatap kepergianmu Ada pilu saat kuharus berpisah denganmu namun seketika siluet bayangmu menyadarkanku
Bukankah mentaripun harus tinggalkan pagi diufuk barat setelah bertemu diufuk timur melewati derai bahagia pada siang diseling haru senja
Kuikhlaskan kepergianmu bersama doa dalam harap ada temu dilain waktu seikhlas senja yang harus berpisah dengan rona indah cakrawala terganti pekat malam
Selalu kan ada asa pada setiap helaan nafas jalani dua sisi kehidupan dalam taqdirNya sebelum akhirnya pada hakikat KEMBALI PADA KETIADAAN
Aku bukanlah siapa siapa Ketika malam mengunciku dalam kesunyian Aku bukanlah siapasiapa Kala langit mendung tak berawan
Segala harapan yang tertinggal Kubuang jauh dalam diam Takkan lagi kusimpan Takkan lagi kupendam
Aku memang bukanlah siapa siapa Karena aku bukanlah orang yang pandai merangkai kata Tuk tunjukkan pada dunia akan makna rasa
Aku memang tak biasa tuk berbicara Karena aku hanya ingin merasa Aku sudah cukup bahagia Dengan segala yang kupunya Walau bagimu Aku ini tiada Karena aku bukanlah siapa siapa
Pancaran dua matamu siratkan kepedihan nan mendalam Kulihat ada jurang di parasmu ingin kuturuni lembah bebatuannya untuk dapat kuresapi dukamu sahabatku Hentikan air matamu
Di sana di puncak perbukitan kubawa perihmu di ketinggiannya Lihatlah bentangan alam menyapa samudera nan luas jadikan hatimu biar tertampung perihmu hadapi semua ini cinta memang tak mesti memiliki
Engkau sahabatku kutak ingin kau terluka
Engkau sahabatku tenanglah tenangkanlah hatimu Mungkin dia bukan pilihan nan Kuasa Kan ada pengganti terbaik untukmu Setia untuk temani hatimu
Sahabat ketika cinta memuing di hatimu biarkan saja dia terbang pupus dihembus angin kemarau Tak usah kau tangisi kepergiannya meski cintamu begitu dalam untuknya Timbun saja sisa rasa dengan puingpuing cintamu Ingatlah jalan hidupmu masih panjang membentang di aliran usiamu Untuk apa kau lara dengan semua ini
Dimalam yang sunyi ini Aku terdiam dan melamun Membayangkan betapa indahnya dirimu Pikiranku slalu terhias bayangmu Seorang gadis cantik mempesona hati Yang slalu menempel dihatiku
Aku sangat menyayangimu Tapi sungguh sayang Kau tak tau rasaku ini Rasa sayang yg terpendam Dan tak pernah terungkapkan
Andaikan kau merasakan yg sama Pasti aku tak ragu mengungkapkan rasa sayangku padamu Tapi mustahil jika kau juga merasakannya Dan begitu mustahil ku bayangkan
Tetapi jika kau bertemu denganku Kau berikan senyum manismu Yang membuatku seolah membisu Tak tau harus berbuat apa Jantung berdebar tak karuan Salah tingkah pun menghampiriku
Aku sebenarnya ingin mengungkapkannya padamu Tapi cuma melalui puisi sederhana ini Semoga lewat puisi ini kau tau rasa sayangku ini Dan kau mau menerimaku menjadi kekasih hatimu
saat kata tak terucap dari bibirku saat mimpi belum terwujud dari harapku kuterus berdoa menunggu sang waktu memberi jalanku atas rasa cinta yang terpendam dihatiku
bunga terindah yang kuharap terus mekar ayu menjemput mimpi mimpi indahku bunga terindah yang slalu ku tunggu berharap kan tahu dengan seluruh isi hatiku
Ayah itu bagaikan payung tempat berlindung Dari kejam dan kelamnya kehidupan Ayah adalah guru Yang mengajariku arti kehidupan
Bunda itu dearyku Tempat untuk daku mengadu Bunda sosok perempuan hebat Yang mampu membagi waktu
Sering aku membayangkan jika tak ada mereka Sanggupkah aku menjalani kehidupan kejam ini sendiri Sendiri tanpa Ayah disampingku Sanggupkah aku melewati dinginnya malam sendiri Sendiri tanpa peluk hangat dari Bunda
Ayah dan Bunda Orang yang telah banyak berjasa Mereka rela banting tulang Mereka rela mempertaruhkan nyawa Hanya untuk anakanaknya
Maafkan jika ananda pernah membuat kalian menangis Maafkan ananda yang pernah membuat luka dan kecewa Maafkan ananda yang belum bisa membalas jasa
Terimakasih untuk segalanya Ananda berjanji akan membahagiakan kalian Ananda sayang Ayah dan Bunda
Terangnya mentari yang menghangatkan dunia Tak bisa terkalahkan oleh hangatnya pelukmu Indahnya rangkaian bintang yang menghiasi malam Tak seindah tutur kata lembut dari mulutmu
Cahaya bulan purnama Tak sanggup mengalahkan cahaya matamu Merduanya kicauan burung di pagi hari Terkalahkan oleh lantunan merdu do’amu untukku
cinta yang tersembunyi cinta yang ku simpan dalam hati cinta yang tak mampu ku uraikan dgn kata kata cinta yang tak mampu ku tunjukan padamu
entah sampai kapan ku simpan cinta yg tersembunyi ini walau hati tersiksa ingin rasanya kau tau apa yang kurasa namun bibir ini begitu berat berbicara cinta padamu
kau yg ku cinta dalam hatiku tak banyak inginku mencintaimu lbh dari cukup utk bahagia ku meski tak harus memiliki namun cinta ini akan selalu menjadi milik mu
saat ini langit malam memberiku biola kesayangannya jemari kenangan begitu piawai memainkannya penuh kesenduan tapi mungkin tidak denganya karna jiwa baru sedang menemaninya saat ini
Di taman harapan aku sendiri berteman sepi aku menunggumu semalaman kaupun tak datang temuiku ahsepertinya diammu meracuni akal sehatku
di saat nada nada cintaku mulai merekah kenapa jarak membuatmu terluka aku di sini dan kau kekasihku dikau di sana seakanakan takdir memang tak ingin menyatukan kita
wahai kekasih yang ku rindu dengar pintaku pada rembulan malam ini
aku memohon tuk ia berikan sedikit cahayanya ini janjiku tuk hangatkan tubuhmu dan itu hanya untukmu seoranglah aku ingin kau hangat hanya dalam dekapku bukan orang lain lau rembulan menyentuhku sembari berkata taukah kau mengartikannya sayangku
untuk tidak meminta apapun darinya karna dirinya ia anggap adalah gambaran diriku
aku sepi saat ini dan sampai kapanpun aku terus abadi dalam kesendirian sebabnya aku terlalu rapuh dan pada saat mata indahmu menusuk mata sayupku aku menyembunyikannya walau aku slalu tampak di puja teriring penantian
wahai dikau kekasihku maka aku bersamamu lihat rembulan malam ini aku di sana ada dan menangis menitikkan air mata rindu akan kata setiamu
selamat ulang tahun kekasih pujaanku semoga dikau sehat selalu selamat jalan kekasih harapanku semoga dengannya kau temukan damai hatimu di sana aku mencintaimu
Terkadang diamku adalah inspirasiku untuk tetap mengenangmu dari kejauhan meski ku teguk kegetiran tentang hidup hatiku lebih landai dan tenang untuk bercerita berpuisi dan mengungkap rahasia masing masing
hingga angin mengendapkan dinginnya di hati yang rapuh maka wajahmu adalah langit yang lembut kupandangi saja dari atas pembaringanku hingga alunan pagi menggema
tetap aku tak angkat bicara sebab diamku adalah inspirasiku dan aku pun tenang bercerita berpuisi bahkan mengungkap rahasia masing masing
meski di payungi hujan berguguran aku tegar tak meronta tak berontak bukankah kuciptakan saat ini jauh lebih indah apabila kita tetap bersama hingga kita tahu mana yang sempurana Aku tak ingin membohongi lagi
Aku tak ingin membohongi lagi bahwa kau sudah ada di sini menghantarkan segala rasa membuatku tak sendirian
sebab tak sanggup lagi sudah sekian lama baru aku menyadari hanya sakit saja bahwa yang indah itu adalah mimpi menjadi hilang
aku laki laki menahan tangis sepi sehingga harapan lebih panjang ceritanya kini malang menjadi rintangan
Kelembutan hatinya membuatku terpana Melihat kehindahan Rembulan Sama seperti melihat keindahan wajahnya
Sungguh kuat dia menghadapi ini semua Menghadapi keaadaannya yg begitu nyata Merasakan penderitaannya sendirian Dan mengukur penderitaan diatas mimpi
Walau dia hanya Bidadari tanpa sayap Tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku merasa seperti Berada di atas awan Sekian dulu puisi cinta kali ini semoga bermanfaat untuk para pembaca sekalian
Kini kuhanya bisa membayangkan membaca aksara yang kau rangkai penuh makna tanpa sanggup ku menyapa dan hanya bisa mengenangmu dalam duka
Kini kau telah pergi tanpa kau peduli tentang perasaanku kau pergi dengan keangkuhanmu kau tinggalkan kenangan yang hanya akan rapuh ditelan waktu dan sisa sisa usiaku
Haruskah air mata ini mengalir setiap waktu haruskah kuhentikan detak jantung dan nadiku untuk merindukanmu dan haruskah nyawa ini terpisah dari ragaku karena cintamu mungkinkah ini semua telah menjadi suratan takdirku
mungkin aku terlalu bodoh untuk mengerti mungkin aku tak sengaja jg menyakiti andai aku tau isi hatimu andai kesempatan itu datang lagi padaku
sekarang mustahil bagiku bahkan menyentuh bayangmu aku tak mampu sekarang aku terpuruk dalam jurang sesalku dan cinta ni jadi sesak dalam dadaku aku tau cinta ini sudah tak laku
tapi biarkan cinta ini aku miliki biarkan cinta ni menjadi bebanku aku tak peduli meski menghambat jalanku aku tau mencintaimu adalah tak pasti
cinta bagaikan air laut yang mengisi sebagian isi bumi memberi banyak kehidupan membuat orang ingin tahu dan tiap orang pasti mengalami cinta
cinta itu keikhlasan cinta itu kemauan cinta itu saling mengerti cinta itu indah jika kita bisa menempatkannya pada tempat terbaik dalam hatijadikan cinta itu indah dihatimu karena cinta bisa seindah yang kau mau
aku mencintaimu Dalam segala kurang dan lebihmu Dalam pintaku padaNYA terselip namamu yang selalu kurindu
Aku menepi di sudut sunyi mencoba merangkai yang masih ada dalam alunan jiwa tampa suara menharap sebuah harapan akan menghampiri lagi
aku mencari dimana mawar Dimana melati Dimana teratai indahnya tak lagi menjelma
aku mencari Siapa mentari Siapa bintang Siapa malaikat kecil Yang akan menberi cahaya pada sudut sepiku lagi
kapalku te£lah karang pada samudra tak bertepi penjuru tak lagi tampak yang ada hanya fatamorgana hidup
Bayang bayang dengan hidup masa lalu segala kekhawatiran akan masa depan menyelimuti perjalanan akan samudra hidup mengiringiku menuju sudutsudut sepi penuh keraguan
Seandainya hidup bagai roda kuingin berputar kembali titik awal tapi
Ini hidup yang ABADI tak ada kata MENUNGGU tuk sesuatu yang telah dan akan berlaku
Ya Allah jika aku jatuh cinta Labuhkanlah cinta ini Pada dia yang mencintai Mu Yang akan membawaku menuju surga Mu Dan janganlah biarkan cinta ini melebihi cintaku pada Mu Ya Rabbi jika hati ini jatuh hati Tetapkanlah hati ini untuknya Untuk dia yag terikat erat tali agama Agar hamba tak mencinta sekedar rupa dan harta belaka Ya Allah Ya Tuhanku Jika aku merindu Letakkalah rindu ini padanya Pada dia yang juga merindukanMu Agar aku terhindar dari belunggu nafsu Ya Illahi Rabbi Jika aku telah menikmati cinta dan rinduku Janganlah kenikmatan itu Melebihi nikmatku saat berjumpa denga MU Disetiap waktuku beribadah padaMu Disetiap munajatku dalam sepertiga malam terakhirku Dan jangan biarkan pula aku terlupa pada tali agama Hingga Engkau melupakan aku Pada hina dunia dan indahnya surga Ya Rabbana jika dia Engkau cipta Teruntukku menjadi pendamping hidupku Ikat erat dan biarkan dia mendekat Namun jangan terlampau dekat Agar tak terjebak dalam kubangan maksiat Dan biarkan aku dan dia Menyatu satu dalam cintaMu Didalam perjumpaan taat padaMu Terhimpun dalam dakwah menyiarkan syariat Mu Dan berapadu dalam membela agamaMu Kokohkanlah cinta dan rindu ini Ya Illahi Rabbi Kuatkanlah hati ini untuk saling mencintai Lapangkanlah dadadada untuk tetap berdoa Hingga rindu dan cinta halal adanya Terikat dalam ikatan suci menjadi suami istri Dan tetapkanlah cinta dan rindu ini Dalam abadi indahnya surgawi
Setelah melintasi waktu bersimbah pesonamu Kini semua terasa tiada Makna yang terendap lama Dan mendekam dalam gugusan matahari Tak lagi bisa kuraba Semua seperti kembali kosong
Harapanku akanmu Seperti menemui titik penghabisannya Apa gerangan yg terjadi Tibatiba aku enggan mengumbar rinduku Tibatiba aku ingin berhenti mencintaimu Mungkinkah karena sikapmu yg makin lama tak lagi membiusku Perlahan menghilang di balik dusta
Apa kata hujan hari ini Dia masih menangis sedih Karena bumi yg diguyurnya masih menyisakan kemarau
Pohonpohon belum juga menghijau Daunnya meranggas Rantingnya kurus pucat Hanya akarnya yang tegar menghujam Setia menanti hujan datang lagi di keesokan harinya Seperti inikah jejak yang harus kutapaki
Inilah akhirnya Aku mengakhiri jejak yg baru kutapaki Bukan salahmu Ini semua hanya karena aku Yang tak mampu menyemai benih rindu di ladangmu Apa dayaku jika cintaku tak lagi hadir untukmu
Siasia kucoba membangun fondasi cinta ini Sementara di atas segalanya Aku terus mengasah kesedihan penantian yang kuiba Tak mau lepas hingga menafikan adamu
Maafkan untuk satu pilihan yg pahit ini Tapi setidaknya lebih baik semua terbuka sedari awal Sebelum kebohongan terkuak di penghabisan Aku memilih pergi karena tak mau menyakitimu Aku memilih mencintai satu nama meski hanya semu
Katakata mati mengepungku Terlalu banyak definisi yg hinggap hingga lidahku kelu Kata kata menjadi sedemikian langka Seolah aku tak mampu membahasakan cintaku padamu
Semua telah terkurung di ruang pengharapanku Berisi namamu serta berjuta kenangan yg hadir & kumaknai kedalamannya Aku tak ingin membongkarnya Meski kata kata mati telah menusukkan kesedihan di pusat jantungku
Mataku terpejam tak mau Anganku berontak tak lesu Merekat pada ruang kamar Berkutat pada riuh gaduh angin malam Meronta lagi getar ini Mengais lagi rindu bertali
Untukmu kuasah luka Padamu kuasuh bahagia Padamu cinta ingin kuakhirkan Kupercayakan tanpa sebab yg harus diperdebatkan Hanya padamu itu saja
Lengkaplah sudah sepi ini mengurung sendiriku Terkulai dikunyah nelangsa yang berapi api Menyusuri jalanan lengang Bersimbah angan tanpa tujuan
Dalam derap gerimis yang pongah menghujam Terbuai wajahmu menyusup bertubitubi Membawa sebaris kata bahagia yg menenggelamkan nurani Di atas pengharapan tak berkesudahan
Tentang rindu kusam Tentang cinta terbuang Mengutip satu namamu di antara keluh kesah Gundah gelisah air mata dan lara
Masihkah ada sedikit senyum darimu Di batas penantianku yang kini makin terbata Jika masih ada ruang di hatimu Untukku sedikit saja tolong bicaralah Pada tanah membentang Pada pohon pohon rindang Dan angin yang mengusik keangkuhan
Setidaknya biar ada tanda yg bisa kubaca dan kuraba Janganlah sepi yang hadir Janganlah semu yang membeku Karena aku selalu berjalan menujumu
Seperti kemarau yang menanti hujan Kutunggu kabarmu yang masih diam Apakah engkau baik baik saja Seperti tanah tandus yang tersenyum karena deras merebas Aku hanya bisa mengucap salam dengan doa Agar kau tak pernah kurang Selalu tersenyum karena bahagia menjelang untukmu
Ke mana hujan pergi hari ini Sejenak menggoda bumi pada siang yang gerah Lalu hilang saat malam tengadah
Ke mana aku harus pergi Saat kusadar tak ada lagi yang aku bela dari perjalanan ini Selain menapaki jejak lemah menuju rumah hatimu Tak hilang dilalap lelah Tak jera diremas gelisah
Sekali aku coba lari dan mengingkari Seribu kali aku kembali lagi padamu Mengumpulkan semua rindu dan cinta untuk bangkit lagi Dalam barisan doa doa Lalu rebah pasrah menunggu hadirmu Tanpa ragu dan tanya lagi Di mana kau alamatkan rumah hatimu Agar aku tak salah berlari
Kita tahu kita percaya bahwa rasa itu tumbuh sekian lama dan bernaung di dalam hati menunggu detik agar mewujudkanya menjadi kata kalimat lalu suara
Aku tak peduli bila ruang harus menyekat cinta dan aku mencoba menyeru kepada detik agar temukan kita di ujung hari
Aku tidak peduli meski dibulan tak berbulan sekalipun ruang masih saja menyekat cinta dan aku masih saja mencoba menyeru kepada detik agar temukan kita di serambi taman surga
Menebas semak keraguan pada ilalang hatimu nan meninggi Cahaya hanya di purnama tersisa menuntunku untuk kembalikan percaya ini
Seutas janji nan pernah kau beri melapuk di dahan penantianku di harapanku nan mengusang terbungkus debu nan menebal
Pada apa kuhempaskan kecewa di tarian janjimu nan tak tersedia Merentaklah penyesalan pada kealpaan atau sengaja kau lupakan
Kurenang lagi hulu cinta bermata air bening jiwa nan menerbitkan kukuh percayaku di genangan sungai hatimu
Hingga semua rasa kutuang pada bejana jiwamu Taklah setitik tertinggal di cawan keraguanku
Apa kau tahu malam ini anak lidahku mulai menghambar pada sajian hatimu nan terlupa menaburi bumbu
Akh kueja lagi bintang satu persatu kunamakan perih mendalam Ingin kupungut kilaunya untuk kusematkan pada nalar cintaku nan memuram untuk penuntunku kala gelap tak lagi bersahabat agar aku tak digelapkan hati nan tak penuhi janji
Dan waktu kujadikan ruang untuk mengilhamiku kembali Semoga hati kecilku ini tak akan mengelabui
Tak sedikitpun kusangka dengan semua yang terjadi Dengan kehadiranmu
Engkau adalah hadiah terindah untuk ulang tahunku Dua tahun yang lalu rasa cinta yang hadir begitu sangat indah Semua kenangan dan waktu sangat sulit untuk kulupa
Engkau pergi berjanji untuk datang menjemputku kembali Engkau yang berjuang demi kebahagian masa depan kita kelak
Tapi mengapa engkau putuskan perhatian kepadaku Engkau biarkan aku tanpa kabar darimu Diamkan aku tanpa kasih sayangmu lagi
Sekian lama aku setia mempertahankan hubungan ini setia menanti hadirnya dirimu
Namun engkau yang membuatku terbiasa tanpa panggilan sayangmu Haruskah aku kehilangan hadiah terindah yang telah didapat dua tahun yang lalu
Dan akupun terdiam tak sanggup hati untuk mempertanyakan akhir cinta ini
Selalu beri siraman kesucian untuk ragamu untuk terus menadikan asmaNya di lima waktu nan akan jadi cahaya untuk muara bahagia nan sejati untuk kita
Tetasan cinta kita kini kian mekar raga dan jiwanya tumbuh untuk memahami terlahir untuk mengerti Kadang ada rasa hampa tatkala ragamu menjarak darinya Kecanggungan jiwa nan mengerti terus tumbuh dalam pupukan memahami
Sayangku ketika lelah menyapa hatimu pandang telaga jiwaku nan menggenang rasa kasih padamu Ini takkan terganti hingga matahari usia membenam Namun cintaku takkan sunset padamu Kan terus menjalari alam baru di surga kita di keabadian kita nanti
Menelusuri aliran sungai waktu dalam riak penuh bebatuan tajam sedia melukai Nan kadang dangkalnya mampu mengandaskan
Musim penghujan hadir menghapus lara memamah kerontang di dasarnya dari hulu nan sederhana untuk pertahankan laju biduk kita
Binaran rasaku bahagia mengayuh biduk ditemani nafasmu nan mengusap sabarmu pada kilafku dan tak henti melinangkan kasih di pelataran diriku nan tak sempurna
Dan selalu kuufukkan kata di bingkaian cintaku padamu Nan setia merawat rasaku bahwa kucinta caramu mencintaiku
Sebelas lingkaran tahun mengisi batang pohon cinta kita nan kian merindang daunnya Beri keteduhan di jiwaku
Sayangku matahari kian condong ke barat sedang aliran sungai waktu tak berpeta di ruang benak kita Kita tak pernah tahu muaranya Berskenario sang Raja alam semesta
Seiring berjalannya waktu tiada henti kuperhatikan dirimu langkah langkah kecilmu dan manis getir senyummu
Searah hembus angin berlalu nafas kulepas cuma dirimu dalam detik detik waktu mengagungkanmu penuh rindu
Seindah jalan taman impian tak henti hadirmu menari dalam khayalan memikirkanmu dan mengharapkan hadirmu mampu aku dapatkan
Tapi kutak yakin bila jiwaku mampu memiliki Tak ada yang bisa untuk kujanjikan tak ada yang mampu aku berikan sesuatu yang indah yang bernilai rupanya yang dapat kau sombongkan dan kau banggakan
Namun lemahku tak menyerang tetap jua rasa enggan kuterjang dan kutuliskan sebait kejujuran rasa dengan segenap jiwa kulayangkan padamu kanda yang kutitip pada angin kelana bahwa aku aku mencintaimu
Dibawa temaran sang dewi malam kutengadah menatap senyum yang menghias mayapada
Sebersit goresan rindu menusuk dalam hati Adakah di sana kau masih menantiku Wahai sang rembulan tampakkanlah wajahnya dalam rupamu agar hati tak lagi gundah
Kutitip salam rinduku pada semilir angin malam Bisikkan di telinganya betapa rindu yang kupendam merajam dahsyat sanubariku
Sejenak aku berhenti mengurai samar warna alunan senja Barangkali masih ada kutemui bias jingga yang tersisa
Sebelum malam memamah aku dalam keheningannya Dan aku tak mampu lagi mengangkat wajah ini meski untuk sekedar berbincang indah dengan kembara tentang hati Tentang sebaris warna pelangi yang pernah kugenggam kala hati masih bernaung mesra pada kemilaunya sang mentari
Ijinkanlah aku bermadah sebentar di ambang senja ini Tentang sebait syair jiwaku yang mengukir rasa tentang serangkai aksaraku yang menggelar irama kerinduan Tentang cinta yang enggan lekang berkalang nadi di ujung jiwa
Pula tentang seberkas lara yang kini menikam kalbu Sebelum malam mendamparkan aku dalam kepekatan luka yang legam Dan aku tak mampu lagi untuk berdiri dalam julang tegarku
Selagi nafas hati ini masih mampu menghela sebait senyuman utuh Ingin kusapa sang awan Ingin kupanggil mesra sang surya Ingin kujabat erat sang kembara senja
Namun di atas segalanya ingin kukatakan padamu dalam senyumku Cinta dan rindu ini masihlah hanya untukmu
Ketika kupergi melangkah mengakhiri semua kisah Tinggalkan pilu nan perih hatiku menangis lirih
Dalam kesendirian aku resah menantikanmu kembali memerah Merindukanmu dalam gelisah membuat ruang hatiku gundah
Termenung merindukanmu kembali membawakan cinta kasih tak terbeli Membuatku tersenyum geli atas kepolosan cinta yang kau beri
Ketika kau datang memberi harapan kembali dengan kasih yang dulu kau berikan Hatiku berbunga bak sakura musim semi aku jatuh cinta pada kekasihku yang dulu pergi
Kembali mengukir kisah yang dulu pupus bersamamu aku belajar menulis Tuangkan kenangan yang takkan terhapus di atas kanvas cinta aku melukis
Aku berada di simpang hatiku di badai resah untuk memilih Satu arah untuk tinggalkanmu di arah nan berbeda untuk bertahan
Bagiku kaulah cinta pertamaku diriku bukan nan pertama bagimu Kuingin cinta ini untuk kita adalah cinta terakhir
Kau tak setia padaku berbagi rasa pada hati nan lain Hantarku di persimpangan rasa Kuakan bertahan meski terluka
Sekian kali maafku dariku pada kilafmu nan tak berbeda Katakanlah kurangku bagimu utarakan saja biar kubenahi Kini kurentang jarak denganmu agar kau resapi perihku Berharap kau kembali dengan sadarmu untuk tak ulangi lagi demi keutuhan kita
Setelah embun bekukan nadimu mentari setia rayapi dinding jiwamu menyulut semangat mudamu untuk hiasi hariharimu
Hapus kemalasan di hatimu alihkan dengan kreasimu Tuang segala kelebihan di dirimu untuk tunjukkan pada dunia lukisan dirimu
Takkan ada yang percuma semua terlahir sempurna Tinggal kamu mengasah sisi lebihmu untuk cemerlang di mata dunia
Bukankah waktu terus berlayar detik ke kedetik menuakan usia dan penyesalan selalu terlambat saat kau sadari hidupmu siasia Wujudkan mimpimu Jejakkan langkah mudamu Gapai hari indah untuk masa depanmu nan gemilang
Aku bukanlah malaikat tegak tegar menatap langit teriakan keras memecah sepi bayangan di masa lalu cirita cinta yang pernah tertulis semuanya hancur oleh coretan tinta hitam
Fikiran ku mulai melayang saat kaki mulai lumpuh menapaki jalan terjal dan tandus rumput kering disamping kaki yang seolah pasrah pada kematian mengingatkan dari pada derita yang dialami air mata menetes ditanah yang tandus dibawah terik matahari sebagai bukti betapa lemah dan tiada berarti
Jiwa yang dulu tegar kini melemah hati yang dulu bahagia kini penuh dengan kesedihan saat derita terasa menyiksa aku hanya bisa berdoa
Dulu diri ini hanyalah sebutir tanah yang malang DiciptakanNya menjelma sebagai manusia Kecil dan tak berdosa
Selalu bahagia dalam menjalani hidup Bercanda ria dan bermain main Tak tahu perbedaan indah dan buruk Tak tau cinta kasih sayang beban hidup dan semuanya Terasa indah bila diingat
Namun Kini dewasa penuh dosa Mengerti akan gelapnya dunia Jatuh dalam jurang kemunafikan Segala yang indah berubah kelam
Namun apa daya tubuh ini Hanya ada Tetesan air mata yang tak ada habisnya Doa terucap memohon ampun kepadaNya
Aah untuk apa ada cinta Bila cinta bawa derita Uuhtak perduli dengan semua Bila akhirnya hadirkan luka
Percuma samudera asmara ku selami Bila ku tenggelam di dasar hati Percuma lautan kasih ku sebrangi Bila akhirnya hanyut arus mimpi
Masa bodoh dengan cinta Ku tak ingin kembali duka Tak harap kembali nestapa Hanya karena rasa cinta
Bila saat ini tak ingin kenal cinta Bukan berarti tak membutuhkannya Bila hari ini ku acuhkan cinta Bukan berarti pula ku membencinya Saat ini ku ingin sendiri Menata dan mengembalikan hati Agar dapat tersenyum lagi Tuk merenda dan merajut cinta kembali
Memang kisah kita sudah berakhir Cerita cinta kita sudah selesai Tapi cintamu masih membekas Namamu masih indah dalam ruang hatiku
Terlalu indah kenangan itu Begitu sempurna kau untukku Tak akan mungkin kulupakan Tak akan pernah ada benci bersemayam
Karena aku masih mencintaimu Dan cintakupun tidak mengajarkan kebencian Aku ingin ikhlas menerima dan memberi Berjalan apa adanya sesuai keinginan hati
Pergilah cintaku Pergilah kekasihku Doaku ikut menyertai Pintaku jangan lupakan aku yang pernah memberimu bahagia