menjadi aku tertegun di antara bisikan angin mendengarkan isyarat apa yang akan disampaikan hingga sekiranya aku tak lekas meninggalkannya berhambur seperti mimpi mimpi yang lain
sangat hangat dan nyaman kurasakan meski sempat tersentak tiba menuntunku mengaburkan batas perbedaan menjadikanku hak dan kewajiban yang hanya kau akan pemiliknya hingga mulai terbiasa seperti hatiku menerima dan senyummu mencairkan semuanya menghanyutkanku di lindungmu
di lain saat ku lihat dari kejauhan melihatmu puranya aku tak tahu jalan saja menjauh di batas yang tak sampai menjamahnya kakiku kaku mata membuka berjuta air mata meneriakinya
sadari apa yang rerjadi hanyalah selimut yang menyenyakkan tidurku rerbangun dan terjaga jalani seperti biasa tak enggan buatku lupa kau di sana
aku tak mengenalmu lebih jauh hanya sekilas serupa tapi tak sama dan rasa ini berbeda darinya kau bernyawa dengan senjatamu merobek dan bersembunyi di dalamnya menjadilah aku pangeran untuk putri yang tak diduga
lantas apa jalanku kini medekatmu lantaran mimpi
tak seberapa lama aku mengenalmu mungkinkah aku berpasrah pada waktu
Apa kau tahu tentang sakitku Tidak Kau tak pernah tahu Karna kau tak pernah merasa terluka seperti aku
Apa kau tahu tentang kecewaku Tidak Kau tak mau tahu Bahkan kau terus berlalu ketika aku membutuhkanmu
Dari rasa sakit dan kecewa yang silih berganti Kucari arti diriku pada setiap cinta yg datang Lagi lagi menghilang Saat diriku tak bisa menjadi yang sempurna
Seberapa kuat aku bertahan Langkahku terjerumus dalam ketidakpastian Kepolosanku menjadikanku pecundang lemah yg terabaikan menjadi geram
Apa kau tahu aku bukan lagi yg dulu Hidupku telah tersemat noda hitam Yg tak mampu kuhapuskan tiba saatnya kematian
Sekarang aku bisa apa Mempertahankan bayangmu pun aku mulai enggan Sejak cintaku telah terampas oleh kepalsuan zaman
Kau yg tak pernah tahu harusnya kau tahu Betapa sakitku sekarang melebihi sakitku terdahulu Ketika harus kusiapkan diriku tuk terima seberapa besar cacianmu
Bencilah aku ketika kejujuranku menyakitimu agar kau tahu SAKIT ITU APA
Baitbaitnya mantra dan racitan dari tuan berjas putih Ramuan itu harus kau teguk disepanjang erangan Nyeri menjalar seluruh sendi
Untukmu sahabat jiwa Walau samar gerangan wujudmu Namun tali silaturahim Mengikat erat jiwa kita Pada salam dan sapaku siang ini Kusematkan doa dimerahnya hatimu
Pada Tuhan kumeminta Lekaslah pulih sahabat Kembali meraih mimpimimpi
Kujamu hadirmu ditepian beranda ini Tempat kita menoreh jemari dan berpuisi Menuang imaji dalam lesung aksara segala rasa
Ketika Semburat merah diufuk timur hantarkan sinar hangat ditubuhku Kembali kuharus melangkah telusuri lusuhnya kehidupan jemput asa hari ini diantara debudebu jalanan untuk sekedar dapat makan kenyang
Tak tahu tentang makna hidupku Ketika mereka punya citacita dan dengan ransel berisi buku pelajaran tentang kehidupan untuk menggapai masa depan Aku disini bersama karung nan kumal berjuang melawan kerasnya kehidupan
Ketika mereka dihadapkan pada pilihan Kesekolah keren mana pendidikan harus kulanjutkan Aku disini bertanya dan menghayal andai aku dapat seperti mereka tapi apakah mungkin dan kapan
Duhai hidup Mungkin aku masih terlalu kecil untuk menelaah tentangmu Namun jauh dilubuk hatiku kuingin selayak mereka yang seusiaku
Kala jejak2 amarah kebencian dan angkara dari pekatnya malam masih melingkupi jiwajiwa yang terguncang hingga fajar menjelang Mungkinkah senyum di pagi hari mampu luluhkan semua dalam dekapan damai duniawi
Andaikan pelangi jiwaku mampu hadirkan damai dihatimu kekasih jiwaku
Maka akan aku berikan semua kilau warna warni hidupku hingga kulihat kau tersenyum dan menyambut hari baru dengan iman serta pengharapan bahwa DAMAI itu ada dan akan selalu ada dalam indahnya PELANGI WARNA PERBEDAAN
Senja berlalu bersama hilangnya dirimu dari pandangan Masih terasa hangat pelukanmu didada siang meninggalkan gurat senyum pada garis bibir dedaunan
Terbayang rekah senyum pertemuan denganmu kala itu selaksa rekah mentari bertemu pagi diufuk timur Semburat cahaya bahagia terpancar pada wajah dua anak manusia
Sejenak kumenatap kepergianmu Ada pilu saat kuharus berpisah denganmu namun seketika siluet bayangmu menyadarkanku
Bukankah mentaripun harus tinggalkan pagi diufuk barat setelah bertemu diufuk timur melewati derai bahagia pada siang diseling haru senja
Kuikhlaskan kepergianmu bersama doa dalam harap ada temu dilain waktu seikhlas senja yang harus berpisah dengan rona indah cakrawala terganti pekat malam
Selalu kan ada asa pada setiap helaan nafas jalani dua sisi kehidupan dalam taqdirNya sebelum akhirnya pada hakikat KEMBALI PADA KETIADAAN
Aku bukanlah siapa siapa Ketika malam mengunciku dalam kesunyian Aku bukanlah siapasiapa Kala langit mendung tak berawan
Segala harapan yang tertinggal Kubuang jauh dalam diam Takkan lagi kusimpan Takkan lagi kupendam
Aku memang bukanlah siapa siapa Karena aku bukanlah orang yang pandai merangkai kata Tuk tunjukkan pada dunia akan makna rasa
Aku memang tak biasa tuk berbicara Karena aku hanya ingin merasa Aku sudah cukup bahagia Dengan segala yang kupunya Walau bagimu Aku ini tiada Karena aku bukanlah siapa siapa
Pancaran dua matamu siratkan kepedihan nan mendalam Kulihat ada jurang di parasmu ingin kuturuni lembah bebatuannya untuk dapat kuresapi dukamu sahabatku Hentikan air matamu
Di sana di puncak perbukitan kubawa perihmu di ketinggiannya Lihatlah bentangan alam menyapa samudera nan luas jadikan hatimu biar tertampung perihmu hadapi semua ini cinta memang tak mesti memiliki
Engkau sahabatku kutak ingin kau terluka
Engkau sahabatku tenanglah tenangkanlah hatimu Mungkin dia bukan pilihan nan Kuasa Kan ada pengganti terbaik untukmu Setia untuk temani hatimu
Sahabat ketika cinta memuing di hatimu biarkan saja dia terbang pupus dihembus angin kemarau Tak usah kau tangisi kepergiannya meski cintamu begitu dalam untuknya Timbun saja sisa rasa dengan puingpuing cintamu Ingatlah jalan hidupmu masih panjang membentang di aliran usiamu Untuk apa kau lara dengan semua ini
Dimalam yang sunyi ini Aku terdiam dan melamun Membayangkan betapa indahnya dirimu Pikiranku slalu terhias bayangmu Seorang gadis cantik mempesona hati Yang slalu menempel dihatiku
Aku sangat menyayangimu Tapi sungguh sayang Kau tak tau rasaku ini Rasa sayang yg terpendam Dan tak pernah terungkapkan
Andaikan kau merasakan yg sama Pasti aku tak ragu mengungkapkan rasa sayangku padamu Tapi mustahil jika kau juga merasakannya Dan begitu mustahil ku bayangkan
Tetapi jika kau bertemu denganku Kau berikan senyum manismu Yang membuatku seolah membisu Tak tau harus berbuat apa Jantung berdebar tak karuan Salah tingkah pun menghampiriku
Aku sebenarnya ingin mengungkapkannya padamu Tapi cuma melalui puisi sederhana ini Semoga lewat puisi ini kau tau rasa sayangku ini Dan kau mau menerimaku menjadi kekasih hatimu
saat kata tak terucap dari bibirku saat mimpi belum terwujud dari harapku kuterus berdoa menunggu sang waktu memberi jalanku atas rasa cinta yang terpendam dihatiku
bunga terindah yang kuharap terus mekar ayu menjemput mimpi mimpi indahku bunga terindah yang slalu ku tunggu berharap kan tahu dengan seluruh isi hatiku
Ayah itu bagaikan payung tempat berlindung Dari kejam dan kelamnya kehidupan Ayah adalah guru Yang mengajariku arti kehidupan
Bunda itu dearyku Tempat untuk daku mengadu Bunda sosok perempuan hebat Yang mampu membagi waktu
Sering aku membayangkan jika tak ada mereka Sanggupkah aku menjalani kehidupan kejam ini sendiri Sendiri tanpa Ayah disampingku Sanggupkah aku melewati dinginnya malam sendiri Sendiri tanpa peluk hangat dari Bunda
Ayah dan Bunda Orang yang telah banyak berjasa Mereka rela banting tulang Mereka rela mempertaruhkan nyawa Hanya untuk anakanaknya
Maafkan jika ananda pernah membuat kalian menangis Maafkan ananda yang pernah membuat luka dan kecewa Maafkan ananda yang belum bisa membalas jasa
Terimakasih untuk segalanya Ananda berjanji akan membahagiakan kalian Ananda sayang Ayah dan Bunda
Terangnya mentari yang menghangatkan dunia Tak bisa terkalahkan oleh hangatnya pelukmu Indahnya rangkaian bintang yang menghiasi malam Tak seindah tutur kata lembut dari mulutmu
Cahaya bulan purnama Tak sanggup mengalahkan cahaya matamu Merduanya kicauan burung di pagi hari Terkalahkan oleh lantunan merdu do’amu untukku