saat ini
langit malam memberiku biola kesayangannya
jemari kenangan begitu piawai memainkannya penuh kesenduan
tapi mungkin tidak denganya karna jiwa baru sedang menemaninya saat ini
Di taman harapan
aku sendiri berteman sepi
aku menunggumu semalaman kaupun tak datang temuiku
ahsepertinya diammu meracuni akal sehatku
di saat nada nada cintaku mulai merekah
kenapa jarak membuatmu terluka
aku di sini dan kau kekasihku dikau di sana
seakanakan takdir memang tak ingin menyatukan kita
wahai kekasih yang ku rindu
dengar pintaku pada rembulan malam ini
aku memohon tuk ia berikan sedikit cahayanya
ini janjiku tuk hangatkan tubuhmu
dan itu hanya untukmu seoranglah
aku ingin kau hangat hanya dalam dekapku
bukan orang lain
lau rembulan menyentuhku sembari berkata
taukah kau mengartikannya sayangku
untuk tidak meminta apapun darinya
karna dirinya ia anggap adalah gambaran diriku
aku sepi saat ini
dan sampai kapanpun aku terus abadi dalam kesendirian
sebabnya aku terlalu rapuh
dan pada saat mata indahmu menusuk mata sayupku
aku menyembunyikannya
walau aku slalu tampak di puja teriring penantian
wahai dikau kekasihku
maka aku bersamamu
lihat rembulan malam ini aku di sana
ada dan menangis menitikkan air mata rindu
akan kata setiamu
selamat ulang tahun kekasih pujaanku
semoga dikau sehat selalu
selamat jalan kekasih harapanku
semoga dengannya kau temukan damai hatimu di sana
aku mencintaimu
0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Comment Yang Baik dan Sopan.. Dan Dapatkan Backlink Gratis Dari Blog Ini... Terima Kasih