menyesakkan dada menyimpan getaran rasa
yang menyusub tanpa jeda
lama sudah ku tinggalkan dirimu
blitar kotaku
kerinduan ini semakin meradangku menyiksa
Aku ingin menjerit berteriak lantang
agar engkau pun mendengar debar-debar jantungku
yang berdegup tak mampu menggulung angin rindumu
namun
aku tak mampu menyuarakan
hanya pilu yang ku rasa
kala tatap nanar pandanganku
tak mampu menembus luasnya samudera
yang membentang
menjadi penghalang rindu yang kian membiru
Dimana bayang ke indahan kotamu
yang selalu menggoda
alun-alun mu menjadi tempatku beRsandar
lelah hati mencumbui dan lautmu yang damai
membuatku terkulai
namun ku tak mampu menyentuhmu
kini hanya bulir bening airmata
yang tak malu menetes membasuh altar kusam pipiku
Dengan penuhnya kerinduan
yang tak lagi mampu ku bendung
ku lupakan letih waktu yang mencumbu
menyƬmpan rindu pada dalamnya jambangan rasa
teriring setali doa
yang ku sanjungkan
aku akan bersabar menunggu
daun waktu satu persatu gugur
menanggal dari rantingnya
dan angin akan membawa lembaran daun-daun rindu
indah pada saatnya tiba