menyemilir di telinga
i love you kau bilang padaku
aku pun tersipu malu
tatapanmu menghanyutkan perasaanku
Seperti berada di surga
kala panah asmara menembus dada
bahagia dan senang rasanya
seakan dunia hanya milik berdua
kala aku aku terbuai manja
Pada hembus sang bayu
kau titipkan salam rindu
di di antara jauh belantara waktu
i love you duhai pujaan hatiku
dengarkan bisikkanku i mencintaaimu
belum juga ku rasakan sepenuhnya belaianmu
namun kini entah kau menghilang kemana
rindu pun menanti pilu
tak jua engkau datang di sepanjang penantianku
kini yang ku bisa hanya mengenangmu
dan mengharap di setiap panjad doa ku
engkau akan kembali
membawa segenggam rindumu yang hanya untukku
Cintamu Manis Di Lidah
Semanis madu janji-janjimu yang kau ucap kepadaku
sehingga ku terlena oleh rayuan mautmu
betapa aku bodoh yang begitu saja mempercayaimu
yang ternyata cintamu palsu
Tidak cukup satu atau dua
para perempuan yang engkau goda
namun rupanya lebih dari tiga
aku tak pernah menyangka
engkau ternyata melebihi buasnya buaya
Bersyukur kini aku tahu
sebelum lebih dalam
terjatuh ke jurang terjal ranjau-ranjau cintamu
sebelum aku ter penjara
oleh rindumu yang menjadikan darahku beku
seperti salju
Cukup sampai di sini akan mengakiri
dan tak akan percaya dengan sumpah dan janji-janji cintamu
manis di lidah tetapi merusak hati
kau ucap dengan mudah tanpa ada bukti
jangan harap kau bisa dapati

