Senja berlalu bersama hilangnya dirimu dari pandangan
Masih terasa hangat pelukanmu didada siang meninggalkan gurat senyum pada garis bibir dedaunan
Terbayang rekah senyum pertemuan denganmu kala itu
selaksa rekah mentari bertemu pagi diufuk timur
Semburat cahaya bahagia terpancar pada wajah dua anak manusia
Sejenak kumenatap kepergianmu
Ada pilu saat kuharus berpisah denganmu namun seketika siluet bayangmu menyadarkanku
Bukankah mentaripun harus tinggalkan pagi diufuk barat setelah bertemu diufuk timur melewati derai bahagia pada siang diseling haru senja
Kuikhlaskan kepergianmu bersama doa dalam harap ada temu dilain waktu
seikhlas senja yang harus berpisah dengan rona indah cakrawala terganti pekat malam
Selalu kan ada asa pada setiap helaan nafas
jalani dua sisi kehidupan dalam taqdirNya
sebelum akhirnya pada hakikat KEMBALI PADA KETIADAAN



