bahwasanya senyum ini
memang tak seindah bunga-bunga
yang bermekaran juga harum nafasku
tak sewangì harum kembang kasturi
tapi dari lubuk hati
sesimpul senyum ini terlahir
untuk menyambut barisan hari
dan jua hangat mentari
Ketika terik luluh
di balik teduh dan gerimis
menitik membasuh aku tetap tangguh berdiri
memegang janji dengan wajah menjuntai
tak merasa lelah
walau sebuah kata membelah
mencaci diri dengan belati membiri
Senyumku pun tetap membias
membingkai celoteh dalam canda
mengiringi apa yang ku rasa
menjadi dalang sebatang pena
jari yang menari melukis aksara
di beranda maya atau pun nyata
Tak peduli seberapa engkau menghargai
meski dengan duri yang melukai
aku tak akan merasa jengah
walau mungkin tak beruntai makna
tetap ku sambut dengan senyuman indah