dari serpihan yang terselip
di antara luasnya jagat nan raya
terlupakan dari wajah-wajah
yang pernah menyatu di dalam jiwa
aku hanya selembar lukisan
yang ter pampang di sudut dinding
yang telah usang memudar warnanya
tertutupi hati oleh warna-warna
dari kilau keindahan dunia
dan aku telah terseok tenggelam
pada sebuah kisah yang menentang harapan
dan pada sebuah senyuman
ku tatih langkah merayap
tuk gapai sebuah mimpi dalam genggaman
walau harus berperang melawan perasaan
merintih dalam sebuah lara nafas
tersenggal menghimpun asa yang tersisa
dari puing-puing ke hancuran hati yg berceceran
ku punguti butir berkah
mengharap kasih yang esa memberi ridha-Nya
Untuk melanjutkan doa
disisa jengkal hidup
menunggu waktu menjemput
dan kereta keranda menuju rumah bahagia
di mana telah ku bawa se ikat dzikir
yang ku petik
dari serangkaian harum bunga-bunga keabadian
serupa mantra doa yang menebar harum
di ruang pelataran surga