Dongeng
Whuuuz whuuuzz Ibu Mia Kucing terbangun mendengar suara ribut-ribut. Ia keluar rumah dan bertanya pada Bu Abi Kambing. "Siga si Raja Hutan ulang tahun. Seluruh penghuni hutan diundang ke pestanya malam nanti." "Kok mendadak begini?" tanya Bu Mia heran. "Raja baru ingat pagi ini. Persiapannya jadi serba terburu-buru. Raja menyuruh Raku Kura-kura dan Kiki Kelinci menempelkan undangan di pohon." "Oh, dua pelari cepat itu? Pantas ribut ekali," omel Bu Mia Kucing. "Kalau bukan mereka berdua, siapa lagi yang bisa disuruh?" "Benar juga," sahut Bu Mia. "Walaupun Raku Kura-kura itu berkaki pendek, namun larinya ... wow, luar biasa!" Malamnya, semua hewan di hutan berkumpul di halaman istana.
Whuuuz whuuuzz Ibu Mia Kucing terbangun mendengar suara ribut-ribut. Ia keluar rumah dan bertanya pada Bu Abi Kambing. "Siga si Raja Hutan ulang tahun. Seluruh penghuni hutan diundang ke pestanya malam nanti." "Kok mendadak begini?" tanya Bu Mia heran. "Raja baru ingat pagi ini. Persiapannya jadi serba terburu-buru. Raja menyuruh Raku Kura-kura dan Kiki Kelinci menempelkan undangan di pohon." "Oh, dua pelari cepat itu? Pantas ribut ekali," omel Bu Mia Kucing. "Kalau bukan mereka berdua, siapa lagi yang bisa disuruh?" "Benar juga," sahut Bu Mia. "Walaupun Raku Kura-kura itu berkaki pendek, namun larinya ... wow, luar biasa!" Malamnya, semua hewan di hutan berkumpul di halaman istana.
