Showing posts with label Cerita Anak Anak. Show all posts
Showing posts with label Cerita Anak Anak. Show all posts

Wednesday, August 21, 2013

Kisah Seekor Burung Pipit

Kisah Seekor Burung Pipit

Ketika musim kemarau baru saja mulai, seekor Burung Pipit mulai merasakan tubuhnya kepanasan, lalu mengumpat pada lingkungan yang dituduhnya tidak bersahabat.Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan tempat yang sejak dahulu menjadi habitatnya, terbang jauh ke utara yang konon kabarnya, udaranya selalu dingin dan sejuk. Benar, pelan pelan dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk, dia semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi. Terbawa oleh nafsu, dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel salju, makin lama makin tebal, dan akhirnya dia jatuh ke tanah karena tubuhnya terbungkus salju.Sampai ke tanah, salju yang menempel di sayapnya justru bertambah tebal. 

Wednesday, August 14, 2013

Jian Anjing Dan Raku Kura-Kura

Jian Anjing Dan Raku Kura-Kura
Dongeng

Whuuuz whuuuzz Ibu Mia Kucing terbangun mendengar suara ribut-ribut. Ia keluar rumah dan bertanya pada Bu Abi Kambing. "Siga si Raja Hutan ulang tahun. Seluruh penghuni hutan diundang ke pestanya malam nanti." "Kok mendadak begini?" tanya Bu Mia heran. "Raja baru ingat pagi ini. Persiapannya jadi serba terburu-buru. Raja menyuruh Raku Kura-kura dan Kiki Kelinci menempelkan undangan di pohon." "Oh, dua pelari cepat itu? Pantas ribut ekali," omel Bu Mia Kucing. "Kalau bukan mereka berdua, siapa lagi yang bisa disuruh?" "Benar juga," sahut Bu Mia. "Walaupun Raku Kura-kura itu berkaki pendek, namun larinya ... wow, luar biasa!" Malamnya, semua hewan di hutan berkumpul di halaman istana. 

Monday, August 12, 2013

Hadiah Dari Ayah

Hadiah Dari Ayah
Dongeng

Sudah dua hari ini aku menjadi pendiam. Aku sering menyendiri dan melamun. Bahkan pernah, saat istirahat sekolah tiba-tiba aku menangis tersedu-sedu. Monita yang duduk di sebelahku sampai merasa heran. "Sudahlah, Wi! Malu dilihat teman-teman," ujar Monita. Aku berusaha menahan tangisku. Pulang sekolah hari ini aku semakin gelisah. Biasanya kalau Sabtu begini aku paling bersemangat. Selain besoknya libur, hari Sabtu selalu istimewa bagiku. Sebab ayahku yang bekerja di luar kota pasti pulang. Aku bertemu Ayah hanya pada hari Sabtu dan Minggu. Tetapi hari Sabtu kali ini suasananya berbeda sekali. "Makan dulu, Wi! Tenagamu kan banyak berkurang di sekolah," tegur Ibu.

Aku hanya menggeleng. "Masih kenyang, Bu."