Showing posts with label Kehampaan. Show all posts
Showing posts with label Kehampaan. Show all posts
Monday, September 8, 2014
Tuesday, April 15, 2014
Saat Bibirmu Tertutup Rapat
7:39 PM
Cinta, Kalimat Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Kehampaan, Puisi Cinta, Saat Bibirmu Tertutup Rapat, Sang Pujaan Hati, Senyum Terakhir
No comments
Kalimat Cinta
Aku melihat suara lewat matamu
Saat bibirmu tertutup rapat
Tapi jelas membuatku makin
menatapmu bersama degup jantungku
yang tak pernah menentu
Apa pernah kamu mendengar cinta
yang tak bersuara meneriakkan
manisnya kesedihan
itulah aku yang ada di kamu
pada sebilah cinta
yang telah menggores hati
sedalam dalamnya
Aku melihat suara lewat matamu
Saat bibirmu tertutup rapat
Tapi jelas membuatku makin
menatapmu bersama degup jantungku
yang tak pernah menentu
Apa pernah kamu mendengar cinta
yang tak bersuara meneriakkan
manisnya kesedihan
itulah aku yang ada di kamu
pada sebilah cinta
yang telah menggores hati
sedalam dalamnya
Monday, October 28, 2013
Biarkan Rasa Ini Abadi
9:09 AM
Biarkan Rasa Ini Abadi, Cinta, Cinta Terakhir Kita, Di Balik Senyum, Kalimat Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Kehampaan, Puisi Cinta
No comments
Kalimat Cinta
Biarkan rasa ini abadi
Bertahta di isi dada diri
Kan aku jadikan engkau mhkota di hati
Dalam istana suci di hati ini
Sampai waktu berhenti
Tetap rasa sayang ini
Hanya untukmu kekasih
Hingga tiada hembusan udara di raga
Rasa cinta ini hanya untukmu belahan jiwa
Bila mana raga akan kembali ke asalnya
Sukma tiada di raga
Jiwa ini menunggumu hingga di surga
Dalam pelukan SANG PENCIPTA
Biarkan rasa ini abadi
Bertahta di isi dada diri
Kan aku jadikan engkau mhkota di hati
Dalam istana suci di hati ini
Sampai waktu berhenti
Tetap rasa sayang ini
Hanya untukmu kekasih
Hingga tiada hembusan udara di raga
Rasa cinta ini hanya untukmu belahan jiwa
Bila mana raga akan kembali ke asalnya
Sukma tiada di raga
Jiwa ini menunggumu hingga di surga
Dalam pelukan SANG PENCIPTA
Sunday, January 27, 2013
PERGILAH
3:56 AM
Angkuhmu, Cinta, Duduk, Jejak, Jiwa, Kalimat Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Kegundahan, Kehampaan, Kenangan, Keresahan, Lontar, Nyanyian, Patah, PERGILAH, Puisi Cinta, Tak Bermakna, Tanah, Ujung Pena
No comments
Kalimat Cinta
Entah berapa lama
ku duduk berdiam diri
Hanya tatapan kosong
Hanya kegundahan jiwa yang menemani
Kutarik lontar
Ku gelar di tanah
Ku coba torehkan jejak-jejak langkahku disana
Diantara nyanyian yang tak bermakna
Entah berapa lama
ku duduk berdiam diri
Hanya tatapan kosong
Hanya kegundahan jiwa yang menemani
Kutarik lontar
Ku gelar di tanah
Ku coba torehkan jejak-jejak langkahku disana
Diantara nyanyian yang tak bermakna
Thursday, January 3, 2013
Pergi Tak Kembali
1:32 PM
Bahagia, Egois, Kalimat Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Kasih, Kasih Sayang, Kata Hati, Keberhasilan, kebimbangan, Kedamaian, Kehampaan, Keindahan, Kelicikan, Kenangan, Pergi Tak Kembali, Puisi Cinta
No comments
Kalimat Cinta
Sekian lama kumenanti
Namun tiada pernah kudengar kabarnya
Hanya nyanyian sunyi menghibur hati
Dalam jiwa menahan hampa
Masih ku ingati sapanya yang sejukkan hati
Senyumnya damaikan jiwa yang sepi
Meski kadang hati tak menyadari
Akan tulusnya cinta yang ia beri
Sekian lama kumenanti
Namun tiada pernah kudengar kabarnya
Hanya nyanyian sunyi menghibur hati
Dalam jiwa menahan hampa
Masih ku ingati sapanya yang sejukkan hati
Senyumnya damaikan jiwa yang sepi
Meski kadang hati tak menyadari
Akan tulusnya cinta yang ia beri
Sunday, November 25, 2012
Di Batas Kota Malam
3:33 PM
Angin, Di Batas Kota Malam, Kalimat Cinta, Kehampaan, Kesunyian, Puisi Cinta, Sunyi
No comments
Kalimat2Cinta
Sunyi sepi yang kian senyap,
menjadi saksi dimana engkau adalah satu cinta yang masih ku genggam.
sesaat aku masih terbuai mimpi yang indah tentangmu semalam,
yang telah ku rajut di sudut harapan di batas kota malam.
Indah masih terkenang walau hanya di dalam semunya bayangan.
kala kita bercinta di dalam beranda rembulan.
di mana kita bermesraan di antara kerlip bintang yang bertebaran di luasnya hamparan.
Sunyi sepi yang kian senyap,
menjadi saksi dimana engkau adalah satu cinta yang masih ku genggam.
sesaat aku masih terbuai mimpi yang indah tentangmu semalam,
yang telah ku rajut di sudut harapan di batas kota malam.
Indah masih terkenang walau hanya di dalam semunya bayangan.
kala kita bercinta di dalam beranda rembulan.
di mana kita bermesraan di antara kerlip bintang yang bertebaran di luasnya hamparan.
Subscribe to:
Posts (Atom)





