Kalimat Cinta
Saat kau berpaling dari cintaku
Saat itulah aku merasa pilu
Kau tinggalkan cinta tulusku
Tuk dia yang telah lukai hatimu
Sakit kini menghujam hatiku
Sesak pun menusuk dadaku
Kau hancurkan keping hati ini
Dan kau remukkan seluruh jiwa ini
Semua kau lakukan tanpa kau peduli
Akan luka yang telah kau beri
Aku dan lukaku
==
Hatiku Dalam Kedukaan
Berdera tangisan hati ini
jika kau mampu memandang dari jarak yang Jauh
melebihi rinai hujan yang membasahi bumi
seperti gelegar petir yang meniupkan angin
seperti itu hatiku dalam kedukaan
Dingin dari sepoi angin
yang menyemilir semakin membekukan laraku
rintik hujan seolah mewakili air mataku
mengeja duka yang terus menghujamku
Saat binar cintaku telah kau pudarkan dari hatimu
setelah tergantikan wanita yang kau anggunkan
Janji yang kau sumpahkan atas setiamu
tinggallah serpihan - serpihan Kepalsuan
Batinku pun semakin nanar dan lirih
Aku tak mampu Untuk menyuarakan keinginanmu
saat hatiku masih berbunga untuk mencintaimu
saat aku ingin engkau menyulam memberikan kasih sayangmu
Namun kiranya rintihan tangisku
hanya sia-sia dimatamu dan nista dalam pendengaranmu
biarlah aku menyadarkan pedih ini
dengan lunglaiku dan pada sisa usia yang kupunya
aku ikhlaskan kau pergi untuk bahagiamu
==
TAK AKAN GENTAR
Kala langkah ini mulai terhenti
Setelah lelah mengitari
Lamunan tertuju pada asa nanti
Masa depan yang masih belum terlampaui
Aku tak akan pernah berputus asa
Karena ombak pun masih berderu di lautan lepas sana
Yang akan terus menghantam cinta kita
Dan tiada pernah lelah menyapa karang
Menggeluti samudera terbentang
Kini hadirlah kembali fajar Bangkit raih alam sekitar
Selama kuberdiri diatas bumi yang berputar
Kuberusaha tepis semua dengan sabar
Demi cinta kita kukan selalu tegar
Cobalah mengerti
Apa yang kau lihat tak nyata adanya
Cobalah pahami
Apa yang kau rasa tak mesti terjadi
Dan percayalah
Tiada yang lain selain dirimu
Karna hanya dirimu yang kupunya
Saat ini Hingga batas usia menjelma
==
TAK BISA
Aku merindu dalam dinding - dinding kaca
Dapat kulihat tak dapat kusentuh
Untaian titik yang ku torehkan
Ku ciptakan hanya untukmu
Meski aku tau
kau takkan pernah merasakan arti hadirku
Sesungguhnya Aku pun merasa lelah Mengertimu
Tapi jiwaku meronta
Kaulah yang selalu ku damba
Kaulah pemilik rasa
Sampai di penghujung usia
Meski hanya dalam dinding kaca
Dalam diam bersama hembus bayu malam
Aku membungkam disudut hati nan kelam
Berdiri tegak menantang gemuruh alam
Dan bersiap menghadang turunnya embun malam
Sendiri dalam sunyi tak bergeming
Menyepi dalam nada tak berdenting
Menikmati sepi malam nan begitu hening
Beraromakan sejuk hati buatku tak ingin berpaling
Damai ku rasa disudut jiwa
Saat bayu malam memeluk raga
Inilah ketenangan hati yang damba
Diantara malam yang tiada bercahaya
Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,
Saat kau berpaling dari cintaku
Saat itulah aku merasa pilu
Kau tinggalkan cinta tulusku
Tuk dia yang telah lukai hatimu
Sakit kini menghujam hatiku
Sesak pun menusuk dadaku
Kau hancurkan keping hati ini
Dan kau remukkan seluruh jiwa ini
Semua kau lakukan tanpa kau peduli
Akan luka yang telah kau beri
Aku dan lukaku
==
Hatiku Dalam Kedukaan
Berdera tangisan hati ini
jika kau mampu memandang dari jarak yang Jauh
melebihi rinai hujan yang membasahi bumi
seperti gelegar petir yang meniupkan angin
seperti itu hatiku dalam kedukaan
Dingin dari sepoi angin
yang menyemilir semakin membekukan laraku
rintik hujan seolah mewakili air mataku
mengeja duka yang terus menghujamku
Saat binar cintaku telah kau pudarkan dari hatimu
setelah tergantikan wanita yang kau anggunkan
Janji yang kau sumpahkan atas setiamu
tinggallah serpihan - serpihan Kepalsuan
Batinku pun semakin nanar dan lirih
Aku tak mampu Untuk menyuarakan keinginanmu
saat hatiku masih berbunga untuk mencintaimu
saat aku ingin engkau menyulam memberikan kasih sayangmu
Namun kiranya rintihan tangisku
hanya sia-sia dimatamu dan nista dalam pendengaranmu
biarlah aku menyadarkan pedih ini
dengan lunglaiku dan pada sisa usia yang kupunya
aku ikhlaskan kau pergi untuk bahagiamu
==
TAK AKAN GENTAR
Kala langkah ini mulai terhenti
Setelah lelah mengitari
Lamunan tertuju pada asa nanti
Masa depan yang masih belum terlampaui
Aku tak akan pernah berputus asa
Karena ombak pun masih berderu di lautan lepas sana
Yang akan terus menghantam cinta kita
Dan tiada pernah lelah menyapa karang
Menggeluti samudera terbentang
Kini hadirlah kembali fajar Bangkit raih alam sekitar
Selama kuberdiri diatas bumi yang berputar
Kuberusaha tepis semua dengan sabar
Demi cinta kita kukan selalu tegar
Cobalah mengerti
Apa yang kau lihat tak nyata adanya
Cobalah pahami
Apa yang kau rasa tak mesti terjadi
Dan percayalah
Tiada yang lain selain dirimu
Karna hanya dirimu yang kupunya
Saat ini Hingga batas usia menjelma
==
TAK BISA
Aku merindu dalam dinding - dinding kaca
Dapat kulihat tak dapat kusentuh
Untaian titik yang ku torehkan
Ku ciptakan hanya untukmu
Meski aku tau
kau takkan pernah merasakan arti hadirku
Sesungguhnya Aku pun merasa lelah Mengertimu
Tapi jiwaku meronta
Kaulah yang selalu ku damba
Kaulah pemilik rasa
Sampai di penghujung usia
Meski hanya dalam dinding kaca
Dalam diam bersama hembus bayu malam
Aku membungkam disudut hati nan kelam
Berdiri tegak menantang gemuruh alam
Dan bersiap menghadang turunnya embun malam
Sendiri dalam sunyi tak bergeming
Menyepi dalam nada tak berdenting
Menikmati sepi malam nan begitu hening
Beraromakan sejuk hati buatku tak ingin berpaling
Damai ku rasa disudut jiwa
Saat bayu malam memeluk raga
Inilah ketenangan hati yang damba
Diantara malam yang tiada bercahaya
Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,

0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Comment Yang Baik dan Sopan.. Dan Dapatkan Backlink Gratis Dari Blog Ini... Terima Kasih