Saturday, March 29, 2014

BIDADARI TANPA SAYAP

BIDADARI TANPA SAYAP
Kalimat Cinta

Kelembutan hatinya membuatku terpana 
Melihat kehindahan Rembulan
Sama seperti melihat keindahan wajahnya

Sungguh kuat dia menghadapi ini semua 
Menghadapi keaadaannya yang begitu nyata
Merasakan penderitaannya sendirian
Dan mengukur penderitaan diatas mimpi  

Walau dia hanya Bidadari tanpa sayap
Tapi kelembutan hatinyalah yang membuatku merasa seperti
Berada di atas awan




==


Belajar Memahami Senja

Kuhentikan laguku kurebahkan gitarku kelantai beranda gubukku
Kuterpana pada cahaya bulan dibalik awan hitam
Kulihat jejak nafasmu disisiku
Masih hangat sandaran asamu
Kekasih kau adalah senja yang selalu menghadiahi aku dengan temaram

Aku selalu belajar memahami arti senyum bisumu
Membelai setiap derai lamunan
Bila malam tiba aku selalu menyebut nama surga yang kau impikan
Lihatelah warna tiang tempat kau selalu menungguku
Ia tak henti menua lusuh dan menunjuk langit

Seolah kau memanggil namaku dan menancapkan berkas cahaya jiwamu dari sisa cinta
yang tertawan tawa malaikat
Kesedihanku kini berganti perih tanpa rasa
Aku selalu menjadi diriku
Berharap Tuhan membalik mata khalbuku
Agar aku melupakan rindu



==


Altar Cinta

Aku telah kau buat menjadi penyair cinta dimusim gugurnya hati
lalu kau menelantarkan kata di altar-altar penyembahan
biarlah aku mencari jiwamu didalam jiwaku
sebab kerinduan adalah kebebasanku yang membuatku mengenal dirimu

pabila aku menulis seribu puisi tak rapi dalam irama nada sepi
engkau selalu berlalu
pabila aku menulis nada indah nan mewangi
engkau selalu menjauh

engkau seperti mutiara
tak bisa kusinari lagi
engkau seperti rembulan
tak bisa kuperadukan lagi
engkau seperti dua mata hati
tak bisa kusatukan lagi
engkau seperti musim yang menari
tak bisa kuhentikan
engkau seperti nyanyian dipenghujung khayal
tak bisa kuiringi

aku hanya bisa menyaksikan perana-perana khalbumu
yang tengah menyatukan luka dan kalimat resahku



==


KEPUTUSAN

Hari demi hari ku bertanya
Menagis ku diatas awan hitam
Hujan terus menemani pertanyaan ku
Terhenyut hati ini

Melangkahkan kaki keluar
Dan melangkah berjalan
Di bawah deras hujan
Agar aku bisa menangis
Menangis dan bertanya

Akhirnya kuputuskan
Untuk meninggalkan dirinya
Dirinya yang selalu bersama
Kemana pun aku melangkah

Maaf
Untuk kali ini kita tak bisa melangkah
Melangkah bersama
Hanya bayangan
Engkau dan aku
Yang akan terus bersama
Meskipun berat dan pedih
Inilah keputusan terbaik
Yang telah ku pilih

Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Comment Yang Baik dan Sopan.. Dan Dapatkan Backlink Gratis Dari Blog Ini... Terima Kasih