Monday, September 22, 2014

Bayangmu Selalu Membinar

Bayangmu Selalu Membinar
Kalimat Cinta

Bagaimana mungkin aku
Bisa menghapus raut wajahmu
Bila di setiap sudut malam jelma
Bayangmu selalu membinar
Di bawah temaramnya purnama

Bagaimana mungkin aku
Bisa menghapus namamu
Sedangkan isyarat fikir ini
Selalu terukir indah namamu
Seiring gulirnya sang wakitau

Rentaku hanya bisa mendayuh
Pilu di kala menyilamnya sosok
Pelipur lara di dalam tepian
Relung hati yang kian serasa rapuh

Duka lara hati tak mungkin
Aku pungkiri meskipun kerap
Derain air mata selalu mengisak
Ketika hati tak mampu menyimbabnya

Dengan sebuah pena dan selembar
Kertas Aku aksarakan semua bisikan
Sehingga bait bait puisi selalu
Aku jadikan tempat penampung
KegundahanAku selama ini

Semoga dengan aksaraku ini
Engkau bisa peka terhadap rasa
Sehingga jiwa yang di rundung pilu dapat
Engkau sambangi bersama
Sejuta ribaan kasih sayangmu


==


Kini Kau Sudah Tak Ada Lagi Disisiku

Dulu kau yang selalu ada untukku
Dulu kau yang selalu menghiburku
Tapi kini kau sudah tidak ada disisi ku
Dan kini kau yang selalu membuatku menangis

Dulu kau pernah berjanji padaku
Berjanji taakan pernah meninggalkanAku
Tapi kini semua itu hanya omong kosong
Dan kini kau meninggalkan aku tanpa berkata
Kenal tapi tidak kenal
kata itu yang selalu ada dihatiku
kau masih bisa Aku lihat
namun kau sudah seperti tidak ingin mengenalAku

jika suatu hari ada yang bertanya padaku
apakah kamu mengenalinyasambil menunjuk kearahmu
maka aku akan menjawab iya aku mengenalinya bahkan
sangat mengenalinya namun dia sudah tidak ingin mengenaliaku

kau yang selalu buatAku menangis saat ini
tapi kau juga yang sampai saat ini masih Aku tunggu
tak peduli Aku harus menunggu berapa lamakarena
untuk menunggu seseorang yang aku sayangi mengapa tidak


==


Pengembara Yang Mencari Cintanya Yang Hilang

Rindu adalah lorong
yang tak pernah tertutup
Dari musim ke musim
ia menjadi laluan

Pengembara yang mencari cintanya yang hilang
Disitu rumput yang telah lama bertukar warna
Bunga dan daun silih berganti segar dan kuncup

Rindu adalah musim
yang tak pernah tentram
Resah datang gelisah
berulang mengusik nasib

Hanya dzikir dan do’a
menjadi penawar mereda pedih dan sakit
Dan sesekali puisi
menjadi nyanyian yang mengharukan
Dalam senyap air mata
perlahan lahan air Mata menitik


==


Bahagia Yang Tersakiti

Air mata tak sanggup hentikan luka
yang selalu membayang Berderu
dalam satu rasa sakit nya cinta

hening tanpa ada suara
menambah pilu rasa hatiku
Terdengar hingga hati ini
tersentuh dan teriris

Hujan turun yang menghiasi
membasahi setiap tetesnya
Membukakan hati ini
untuk menerima kenyataan

Manisnya saat kau hiasi relung hati
penuh cinta penuh kasih
Pahitnya Aku rasakan
saat kau tinggal pergi
apalah daya cinta bertepuk sebelah tangan

Hanya harapan
yang akan selalu membuat ku merasa tenang
Hanya impian
yang akan membuat ku merasa senang
Dan hanya kenyataan untukmu
bisa mencintai ku yang aku inginkan

Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Comment Yang Baik dan Sopan.. Dan Dapatkan Backlink Gratis Dari Blog Ini... Terima Kasih