Wednesday, September 17, 2014

Dulu Aku Mengira

Dulu Aku Mengira
Kalimat Cinta

Dulu Aku pernah mengira
Kita akan bersama selamanya
Dulu kau pernah berjanji
Akan hidup berdua sehidup semati
Tapi kini yang kau beri
Hanya sebuah pengkhianatanasa dan rasa kecewa

Apa salah dan dosaku padamu
Sehingga kini kau pergi dengan dia
Kau permainkan aku dengan perasaanmu itu
Kau tipu aku dengan senyuman manismu
Kau pergi dengan janji
janji yang telah kau buat sendiri

Pernahkah kau sadari
Kau sudah melukai hatiku
Kiniaku hanya bisa merenung
terpuruk atas semua yang kau lakukan padaku
dan aku akan belajar tuk iklas
iklas merelakan kau dengan yang lain
meski hati ini sulit tuk melakukannya


==


Kau Jadi Milikku

Seluruh cinta
telah Aku beri untukmu
tak berpenggal raguku padamu
Aku ingin engkau bahagia di sisiku
semua kan kulakukan untukmu

Jangan pernah kau tak setia
menyimpan rasa untuk yang lain
terbukalah selalu padaku
agar tidak berbeda rasa

aku cinta kamu
aku sayang kamu
Selalulah kau jadi milikku
menemani hatiku

Ketika badai upaya mengoyak rasa
genggam cintaku untuk hadapinya
Hanyalah kamu di hatiku
untuk bahagiakanmu


==


Maafkan Aku Bila Telah Melukai Perasaanmu

Maafkan aku abang
tiada pernah aku bermaksud melukai hatimu
Maafkan aku abang
tiada pernah aku berniat menyakiti perasaanmu
jangan diam abang
jawab aku jangan marah padaku

aku akui selalu buat kesalahan
sifat Aku yang kekanak2an
yang selalu buat kesalahan
bimbing adikmu ini abang
tegur bila Aku salah
asal jangan diamkan aku
terimalah permintaan maaf
adikmu ini abang sayang

mengapa tiada maaf darimu malam ini
untuk diriku abang
apakah terlalu besar kesalahanku
hngga abang tidak mau memaafkan aku
bila ada hukuman yang pantas
untuk menghukum diriku aku akan jalani
asalkan abang sudi memberi maaf untuk diriku
aku rela menerima hkuman itu
tapi jangan diam begitu
jangan cuekin adikmu abang
Maafkan aku abangku sayang

Maaf maaf maaf dan maafkan aku
beribu maaf Aku pinta darimu


==

Segenggam Cinta Dalam Merindukanmu

Sirna sudah harap dan pintaku
Selama ini meskipun kerap
Seorang insan ini bertahan demi
Senggenggam cinta dalam merindukanmu

Pupus sudah bunga dalam
Panorama sang pemilik
Pati tat kala sandangi
perisai sunyi
Pudar naungan tak ber tepi

Lirih riuh ku kian menyerukan
Langgam tembang sang pemilik
Lautan nestapa tak tersambangi oleh
Lautan kasih sayangmu

Tersiksa hati meratap sayu
Tanpa gurauan dan cerita hanya
Torehan segenggam lara hati
Tikami kesendirian ku dalam menitih kehidupan

Biarlah kan Aku simpan semua ini
Bersama lembar kenangan yang
Berparas musam dan terkulai pada
Binarnya pinggiran cintaku
Hingga kan datang waktuku nanti

Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Comment Yang Baik dan Sopan.. Dan Dapatkan Backlink Gratis Dari Blog Ini... Terima Kasih