Friday, September 26, 2014

Cinta Berujung Perih

Cinta Berujung Perih
Kalimat Cinta

Parasmu nan dulu Aku rindu
kini mendidihkan darah Aku
Tak semestinya kau begini
cara untuk usaikan cintaku

Kan Aku tempuh jalan yang sunyi
untuk tak bertemu denganmu
cukup sudah kau buat Aku begini
seakan Aku tiada berarti

Aku akui inilah yang terbaik
bagi ketenangan diri Aku

Aku terus melangkah
memijaki daun kering kenangan
yang takkan Aku ingat kembali
hingga akhir usiaku

Perihnya luka hatiku
kini Aku balut sendiri
di ujung jalan sepi nan Aku ratapi


==


Cinta Berakhir Karna Restu

Hari demi hari
kita lalui dengan indah
Waktu demi waktu
kita jalani bersama

Mengukir kenangan
yang takan pernah kita lupa
Besar harapku
untuk bisa menghabiskan sisa umurku
bersamamu

Namun semua harapan
angan dan cita citaku bersamamu
kandas begitu saja
bagaikan debu yang tertiup angin

Setelah aku tau
restu orang tua mu tidak untukku
Sampai akhirnya cintapun harus berakhir
karna restu yang tidak di berikan oleh orang tuamu untukku

Sakit hancur dan tak bisa berbuat apa apa
hanya itu yang aku rasakan
Dan apakah aku siap melanjutkan hidupku tanpamu
Tanpa orang yang aku cintai disisiku
Dan apakah aku siap
melihatmu dengan dia pilihan orang tuamu

Tuhan
jika masih ada pilihan untukku
aku memilih tidak mengenalnya
jika harus berujung seperti ini


==


Cinta di Ladang Terlarang

Entah mengapa semua ini terjadi
yang tak semestinya ada
di antara kita

aku yang telah berdua
tak ingin untuk melukainya
namun rasa ini kian bersemi
di ladang cinta kinta nan terlarang

Bagaimana caranya untuk Aku bendung
luapan sungai cinta ini
Sedang akupun tak ingin
hanyut di arus kehilanganmu

Kau yang jadi terluka
aku yang takkan meninggalnya
Maafkanlah diriAku telah menyentuh
cinta di hatimu
Maki saja aku
yang telah mainkan cintamu

Di puing pengkhianatan cintaku
bantu aku untuk melupakanmu


==


Tepian Senja Cintaku

Senja kian memuram
di paras langit cintamu
gelapkan asa nan terhalang
hatimu yang tak tersentuh

Di tepian laut tenang
Akucerna kebimbangan
Camar merendah terbang
untuk pulang begitupun hatiku
ingin pulang pada sepi
dengan kecewa

Aku langkahkan kaki
di mata berkaca
Rapuh Aku tempuh senja
membawa haru di dada
Kau tak mampu Aku miliki

Hari hari di hidup Aku
berdetik keresahan
Sepi mengalang saraf tenang Aku
bersenja kerinduanAku padamu

Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,

0 comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Comment Yang Baik dan Sopan.. Dan Dapatkan Backlink Gratis Dari Blog Ini... Terima Kasih