Kalimat Cinta
Parasmu nan dulu Aku rindu
kini mendidihkan darah Aku
Tak semestinya kau begini
cara untuk usaikan cintaku
Kan Aku tempuh jalan yang sunyi
untuk tak bertemu denganmu
cukup sudah kau buat Aku begini
seakan Aku tiada berarti
Aku akui inilah yang terbaik
bagi ketenangan diri Aku
Aku terus melangkah
memijaki daun kering kenangan
yang takkan Aku ingat kembali
hingga akhir usiaku
Perihnya luka hatiku
kini Aku balut sendiri
di ujung jalan sepi nan Aku ratapi
==
Cinta Berakhir Karna Restu
Hari demi hari
kita lalui dengan indah
Waktu demi waktu
kita jalani bersama
Mengukir kenangan
yang takan pernah kita lupa
Besar harapku
untuk bisa menghabiskan sisa umurku
bersamamu
Namun semua harapan
angan dan cita citaku bersamamu
kandas begitu saja
bagaikan debu yang tertiup angin
Setelah aku tau
restu orang tua mu tidak untukku
Sampai akhirnya cintapun harus berakhir
karna restu yang tidak di berikan oleh orang tuamu untukku
Sakit hancur dan tak bisa berbuat apa apa
hanya itu yang aku rasakan
Dan apakah aku siap melanjutkan hidupku tanpamu
Tanpa orang yang aku cintai disisiku
Dan apakah aku siap
melihatmu dengan dia pilihan orang tuamu
Tuhan
jika masih ada pilihan untukku
aku memilih tidak mengenalnya
jika harus berujung seperti ini
==
Cinta di Ladang Terlarang
Entah mengapa semua ini terjadi
yang tak semestinya ada
di antara kita
aku yang telah berdua
tak ingin untuk melukainya
namun rasa ini kian bersemi
di ladang cinta kinta nan terlarang
Bagaimana caranya untuk Aku bendung
luapan sungai cinta ini
Sedang akupun tak ingin
hanyut di arus kehilanganmu
Kau yang jadi terluka
aku yang takkan meninggalnya
Maafkanlah diriAku telah menyentuh
cinta di hatimu
Maki saja aku
yang telah mainkan cintamu
Di puing pengkhianatan cintaku
bantu aku untuk melupakanmu
==
Tepian Senja Cintaku
Senja kian memuram
di paras langit cintamu
gelapkan asa nan terhalang
hatimu yang tak tersentuh
Di tepian laut tenang
Akucerna kebimbangan
Camar merendah terbang
untuk pulang begitupun hatiku
ingin pulang pada sepi
dengan kecewa
Aku langkahkan kaki
di mata berkaca
Rapuh Aku tempuh senja
membawa haru di dada
Kau tak mampu Aku miliki
Hari hari di hidup Aku
berdetik keresahan
Sepi mengalang saraf tenang Aku
bersenja kerinduanAku padamu
Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,
Parasmu nan dulu Aku rindu
kini mendidihkan darah Aku
Tak semestinya kau begini
cara untuk usaikan cintaku
Kan Aku tempuh jalan yang sunyi
untuk tak bertemu denganmu
cukup sudah kau buat Aku begini
seakan Aku tiada berarti
Aku akui inilah yang terbaik
bagi ketenangan diri Aku
Aku terus melangkah
memijaki daun kering kenangan
yang takkan Aku ingat kembali
hingga akhir usiaku
Perihnya luka hatiku
kini Aku balut sendiri
di ujung jalan sepi nan Aku ratapi
==
Cinta Berakhir Karna Restu
Hari demi hari
kita lalui dengan indah
Waktu demi waktu
kita jalani bersama
Mengukir kenangan
yang takan pernah kita lupa
Besar harapku
untuk bisa menghabiskan sisa umurku
bersamamu
Namun semua harapan
angan dan cita citaku bersamamu
kandas begitu saja
bagaikan debu yang tertiup angin
Setelah aku tau
restu orang tua mu tidak untukku
Sampai akhirnya cintapun harus berakhir
karna restu yang tidak di berikan oleh orang tuamu untukku
Sakit hancur dan tak bisa berbuat apa apa
hanya itu yang aku rasakan
Dan apakah aku siap melanjutkan hidupku tanpamu
Tanpa orang yang aku cintai disisiku
Dan apakah aku siap
melihatmu dengan dia pilihan orang tuamu
Tuhan
jika masih ada pilihan untukku
aku memilih tidak mengenalnya
jika harus berujung seperti ini
==
Cinta di Ladang Terlarang
Entah mengapa semua ini terjadi
yang tak semestinya ada
di antara kita
aku yang telah berdua
tak ingin untuk melukainya
namun rasa ini kian bersemi
di ladang cinta kinta nan terlarang
Bagaimana caranya untuk Aku bendung
luapan sungai cinta ini
Sedang akupun tak ingin
hanyut di arus kehilanganmu
Kau yang jadi terluka
aku yang takkan meninggalnya
Maafkanlah diriAku telah menyentuh
cinta di hatimu
Maki saja aku
yang telah mainkan cintamu
Di puing pengkhianatan cintaku
bantu aku untuk melupakanmu
==
Tepian Senja Cintaku
Senja kian memuram
di paras langit cintamu
gelapkan asa nan terhalang
hatimu yang tak tersentuh
Di tepian laut tenang
Akucerna kebimbangan
Camar merendah terbang
untuk pulang begitupun hatiku
ingin pulang pada sepi
dengan kecewa
Aku langkahkan kaki
di mata berkaca
Rapuh Aku tempuh senja
membawa haru di dada
Kau tak mampu Aku miliki
Hari hari di hidup Aku
berdetik keresahan
Sepi mengalang saraf tenang Aku
bersenja kerinduanAku padamu
Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,

0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Comment Yang Baik dan Sopan.. Dan Dapatkan Backlink Gratis Dari Blog Ini... Terima Kasih