Kalimat Cinta
kala redam rontak sendiri dalam gelap
penantian tiada akhir
melamun membunuh hati
saat tiba cinta indah
kala bunga mulai mekar
musim yang tiba muram
mengganti dengan layunya
air mata berbaris
hati tertunduk
melihatmu pergi
berjalan menjauh
tingalkanku
ah
aku yang terlalu
==
Cinta Ini
Inikah derita
Mencinta tapi tak di cinta
Merindu tapi tak di rindu
Hanya menatap kosong sang rembulan
Berharap diri adalah sang bintang
Yang selalu kau nanti di ujung senja
Hanya berharap aku saja yang ada dihati
Tapi ketika kupijaki bumi
Aku hanyalah satu diantara bintang itu
Ada banyak hati yang kau nanti
Ada banyak rindu yang kau tabur
Tapi bukan untukku
Itu untuk yang lain
Dan aku hanyalah butiran debu
Tak berarti dan takkan memberi arti Selamanya
Aku hanya dapat menahan air mata
Atas kasih yang tak pernah sampai
==
Nafas Cinta
Ku senandungkan rindu di indahnya pagi
aku syairkan rasa di semilir angin
yang mengecup embun bergelayut di kelopak mawar
Ku puisikan rindu di hamparan awan
mentaripun tersenyum hangat merengkuh raga
tuk rekahkan bibir basah oleh percikan embun
Riak pematang mengalir lembut
ke muara kalbu merambah ke dalam jiwa
bagai belukar hembuskan nafas kidung cinta
==
Kunantikan Malam
Malam terasa sangat lelah
larut dan cepat berlalu
tanpa ku sadari
bintang gemintang bermain
dan menghiasi langitnya malam
Satu demi satu
bintangpun mulai menghilang
bulan yang bersinar menerangi alam
pun mulai meredup menggelapkan alam raya ini
Kunantikan malam membawa mimpi
pergi ke alam fantasi
walau mimpi tiada pasti
namun ku bahagia berada di sini
Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,
kala redam rontak sendiri dalam gelap
penantian tiada akhir
melamun membunuh hati
saat tiba cinta indah
kala bunga mulai mekar
musim yang tiba muram
mengganti dengan layunya
air mata berbaris
hati tertunduk
melihatmu pergi
berjalan menjauh
tingalkanku
ah
aku yang terlalu
==
Cinta Ini
Inikah derita
Mencinta tapi tak di cinta
Merindu tapi tak di rindu
Hanya menatap kosong sang rembulan
Berharap diri adalah sang bintang
Yang selalu kau nanti di ujung senja
Hanya berharap aku saja yang ada dihati
Tapi ketika kupijaki bumi
Aku hanyalah satu diantara bintang itu
Ada banyak hati yang kau nanti
Ada banyak rindu yang kau tabur
Tapi bukan untukku
Itu untuk yang lain
Dan aku hanyalah butiran debu
Tak berarti dan takkan memberi arti Selamanya
Aku hanya dapat menahan air mata
Atas kasih yang tak pernah sampai
==
Nafas Cinta
Ku senandungkan rindu di indahnya pagi
aku syairkan rasa di semilir angin
yang mengecup embun bergelayut di kelopak mawar
Ku puisikan rindu di hamparan awan
mentaripun tersenyum hangat merengkuh raga
tuk rekahkan bibir basah oleh percikan embun
Riak pematang mengalir lembut
ke muara kalbu merambah ke dalam jiwa
bagai belukar hembuskan nafas kidung cinta
==
Kunantikan Malam
Malam terasa sangat lelah
larut dan cepat berlalu
tanpa ku sadari
bintang gemintang bermain
dan menghiasi langitnya malam
Satu demi satu
bintangpun mulai menghilang
bulan yang bersinar menerangi alam
pun mulai meredup menggelapkan alam raya ini
Kunantikan malam membawa mimpi
pergi ke alam fantasi
walau mimpi tiada pasti
namun ku bahagia berada di sini
Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,

0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Comment Yang Baik dan Sopan.. Dan Dapatkan Backlink Gratis Dari Blog Ini... Terima Kasih