Sunday, May 25, 2014

Kenyataan Yang Sungguh Menyayat Hati

Kenyataan Yang Sungguh Menyayat Hati
Kalimat Cinta

Kenyataan pahit
Kau bagaikan suara halilintar
Yang gelegar

Menghunjam
Perasaan insan
Tak peduli
Siapa pun ia

Kenyataan itu
Sungguh menyayat hati
Bak pisau
Yang nancap dada
Tetesan air mata ngiringi
Ngalir bak air hujan
Seakan ikut rasakan

Tuhan
Akankah
Ku dengar lagi



==


TAK KU KIRA

Dulu ku pernah mengira
Kita akan bersama selamanya
Dulu kau pernah berjanji
Akan hidup berdua sehidup semati

Tapi kini yang kau beri
Hanya sebuah pengkhianatanasa dan rasa kecewa
Apa salah dan dosaku padamu
Sehingga kini kau pergi dengan dia

Kau permainkan aku dengan perasaanmu itu
Kau tipu aku dengan senyuman manismu
Kau pergi dengan janji janji yang telah kau buat
Sakit

Pernahkah kau sadari
Kau sudah melukai hatiku
Kini aku hanya bisa merenung

terpuruk atas semua yang kau lakukan padaku
dan aku akan belajar tuk iklas
iklas merelakan kau dengan yang lain
meski hati ini sulit tuk melakukannya



==


Kecewa hati

Indahnya malam ini
Tak seperti indahnya hatiku
Indahnya bintang di langit
Tak jua seindah batinku
Bulan yang nerangi gelapnya bumi
Tak mampu nerangi batinku
yang terlanjur kelam karenamu

Batin yang kini luluh lantak
hancur berkeping-keping
tak mampu terobati lagi
Hatiku terlanjur sakit
kecewa Atas ulahmu dan ulahnya

Ku tahan air mata
Yang tak mampu terbendung lagi
Ku tahan agar tak meleleh di pipi mungilku
Sebab ku tak mau
Menangis lihat kenyataan kau dengannya

Ku lapangkan dada
Meski ku tahu
Ku tak mampu

Ku coba tuk selalu tersenyum
ceria di depan kalian
Meski di balik itu
Hatiku sangat rapuh



==


PUISI KECEWA

Semua kenangan
yang telah terukir indah lenyap semua
Segala impian
yang belum terwujud kandas di tengah jalan
menjadi tabu menjadi semu
menjadi tak berarti semuanya

Segalanya yang tidak pernah disangka dan diduga
terbuka dengan sebuah kisah dan jawaban
Ketika harus menelan kisah nyata
yang begitu menyiksa diri dan batin
Berharap itu hanyalah sebuah mimpi

Merenung serta meratapinya
dari detik demi detik hingga hari demi hari
Tetap berharap itu hanyalah sebuah mimpi
Entah apa yang terjadi
ketika itu dan entah apa
yang telah diperbuatnya dulu

Seperti seribu pukulan keras
yang mememarkan sekujur tubuh
membuat luka yang begitu dalam dan sulit terobati

Tak ada cara lain
untuk menyembuhkannya
kecuali dengan mesin pemutar waktu
yang tidak mungkin bisa didapatkannya
Hanya kesemuan dan ketabuan
yang kini dapa menemaninya
Entah apa rencana Tuhan di balik semua ini

Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,


0 comments:

Post a Comment

Silahkan Tinggalkan Comment Yang Baik dan Sopan.. Dan Dapatkan Backlink Gratis Dari Blog Ini... Terima Kasih