Kalimat Cinta
Hanya cinta yang ku punya
bila ada yang kau pinta
Karena aku hanya siang yang tak berbintang
namun akan ku berikan sinar redup seteduh rembulan
Semoga dapat kau terima
bila badai menerpa
karena terlihat di sana ada
badai yang akan memisah
Engkau bagai bunga istana
yang mendambakan kumbang
namun berdosakah aku
bila aku hinggap dan mendamba mu
Dapatkah engkau tanyakan pada mereka
disana apakah CINTA tercipta
hanya insan yang berada
lalu kemana agung-Nya cinta
bila permata lebih berharga
Bukankah TUHAN punya rahasia dalam genggaman-Nya
sesuatu yang bahagia pada siapa
dan di mana tiada manusia yang mampu mengiranya
Jangan ada air mata
andai pisah memaksa
namun cobalah pasrah panjatkan Doa
Semoga TUHAN mengharumkan sucinya cinta
yang kita genggam
karena dialah yang gariskan untuk saling CINTA
==
SENDIRI TIADA ARTI
Sendiri
Terpaku Tak Sadarkan Diri
Diam Tanpa Kata Di Alam Hampa
Ku Termenung Tatapan Kosong
Menyibak Wajah Layuku Yang Sudah Usang
Sendiri Terdiam Dalam Lamunan Melayang
Tertunduk Dalam Anganan Belaka
Ku Berdiri Tanpa Tujuan Arah
Ku Berjalan Melangkah Dengan Asa Yang Membuncah
Sendiri Tanpa Kawan Penenang Angan
Tanpa Lawan Penjebak Amarah
Terbayang Dalam Sandiwara Pikiran
Akan Asa Yang Melayang
==
Bulan Pun Tertawa
ku menari
ku menyanyi
ku bersenandung
dalam nada rindu
dibawah sanjungan purnama
ku harap cinta kan menyapa
aku anggap aku sempurna
dengan penuh percaya
cinta kan membelaiku
namun
aku tak sangka
cinta yang kuharap
kini sirna
bersama tawa bulan yang membahana
di relung raga
==
API CINTAKU
ku berjalan mencari api di tengah rintikan hujan
ku terus berjalan dan terus berjalan mencari kehangatan
namun bukanlah api yang kutemukan
tapi hanyalah gelap gulita yang terlihat di depan
seiring waktu berjalan tubuhku mulai terbaluti dinginnya malam
setitik demi setitik darahku mulai membeku
aku tak tau harus ke mana lagi mencari api cintaku
yang sekian lama menghilang di telan kalbu
wahai api cinta apa kau rela membiarkan aku mati
dengan tubuh yang terselimuti dinginnya malam yang sunyi
wahai api cinta di manakah dirimu
bantu aku untuk mengembalikan tubuhku seperti yang dulu
dengarkanlah aku api cinta
kali ini saja apakah bisa tubuhku menjadi hangat tanpa api cintamu lagi
apakah tubuhku bisa bertahan tahan tanpa api cintamu lagi
lalu aku mati berdiri di gelapnya sepi
Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,
Hanya cinta yang ku punya
bila ada yang kau pinta
Karena aku hanya siang yang tak berbintang
namun akan ku berikan sinar redup seteduh rembulan
Semoga dapat kau terima
bila badai menerpa
karena terlihat di sana ada
badai yang akan memisah
Engkau bagai bunga istana
yang mendambakan kumbang
namun berdosakah aku
bila aku hinggap dan mendamba mu
Dapatkah engkau tanyakan pada mereka
disana apakah CINTA tercipta
hanya insan yang berada
lalu kemana agung-Nya cinta
bila permata lebih berharga
Bukankah TUHAN punya rahasia dalam genggaman-Nya
sesuatu yang bahagia pada siapa
dan di mana tiada manusia yang mampu mengiranya
Jangan ada air mata
andai pisah memaksa
namun cobalah pasrah panjatkan Doa
Semoga TUHAN mengharumkan sucinya cinta
yang kita genggam
karena dialah yang gariskan untuk saling CINTA
==
SENDIRI TIADA ARTI
Sendiri
Terpaku Tak Sadarkan Diri
Diam Tanpa Kata Di Alam Hampa
Ku Termenung Tatapan Kosong
Menyibak Wajah Layuku Yang Sudah Usang
Sendiri Terdiam Dalam Lamunan Melayang
Tertunduk Dalam Anganan Belaka
Ku Berdiri Tanpa Tujuan Arah
Ku Berjalan Melangkah Dengan Asa Yang Membuncah
Sendiri Tanpa Kawan Penenang Angan
Tanpa Lawan Penjebak Amarah
Terbayang Dalam Sandiwara Pikiran
Akan Asa Yang Melayang
==
Bulan Pun Tertawa
ku menari
ku menyanyi
ku bersenandung
dalam nada rindu
dibawah sanjungan purnama
ku harap cinta kan menyapa
aku anggap aku sempurna
dengan penuh percaya
cinta kan membelaiku
namun
aku tak sangka
cinta yang kuharap
kini sirna
bersama tawa bulan yang membahana
di relung raga
==
API CINTAKU
ku berjalan mencari api di tengah rintikan hujan
ku terus berjalan dan terus berjalan mencari kehangatan
namun bukanlah api yang kutemukan
tapi hanyalah gelap gulita yang terlihat di depan
seiring waktu berjalan tubuhku mulai terbaluti dinginnya malam
setitik demi setitik darahku mulai membeku
aku tak tau harus ke mana lagi mencari api cintaku
yang sekian lama menghilang di telan kalbu
wahai api cinta apa kau rela membiarkan aku mati
dengan tubuh yang terselimuti dinginnya malam yang sunyi
wahai api cinta di manakah dirimu
bantu aku untuk mengembalikan tubuhku seperti yang dulu
dengarkanlah aku api cinta
kali ini saja apakah bisa tubuhku menjadi hangat tanpa api cintamu lagi
apakah tubuhku bisa bertahan tahan tanpa api cintamu lagi
lalu aku mati berdiri di gelapnya sepi
Kalimat Cinta, Puisi Cinta, Kalimat Rayuan, Kalimat Romantis, Cinta,

0 comments:
Post a Comment
Silahkan Tinggalkan Comment Yang Baik dan Sopan.. Dan Dapatkan Backlink Gratis Dari Blog Ini... Terima Kasih